Juventus Beralih ke Bakat Pantai Gading setelah Tawaran Brentford Ditolak
Baca dalam 60 detik
- Juventus mengincar gelandang muda Trabzonspor, Christ Inao Oulaï, setelah tawaran €25 juta dari Brentford kandas.
- Klub asal Turin itu memprioritaskan pemain muda berbakat ketimbang bintang senior bergaji tinggi seperti Kessié atau Goretzka.
- Persaingan merekrut Inao Oulaï melibatkan Fiorentina, RB Leipzig, Brighton, dan Brentford, dengan Trabzonspor mematok harga di atas €25 juta.

Juventus kembali mengarahkan radar transfernya ke Afrika, tepatnya kepada gelandang muda Trabzonspor asal Pantai Gading, Christ Inao Oulaï, setelah tawaran dari Brentford sebesar €25 juta ditolak mentah-mentah oleh klub Turki tersebut.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, pemain berusia 20 tahun itu menjadi target utama Bianconeri untuk memperkuat lini tengah. Namun, Juventus bukan satu-satunya peminat. Fiorentina, RB Leipzig, Brighton, dan Brentford juga dikabarkan mengincar tanda tangan Inao Oulaï. Brentford bahkan telah mengajukan tawaran resmi, tetapi langsung ditolak oleh Trabzonspor yang menginginkan nilai transfer lebih tinggi.
Faktor yang membuat harga Inao Oulaï melambung adalah klausul penjualan 20 persen yang dimiliki mantan klubnya, Bastia. Dengan demikian, Trabzonspor berusaha memaksimalkan keuntungan dengan menjual sang gelandang di atas €25 juta. Langkah ini menunjukkan bahwa klub asal Turki itu tidak akan melepas aset mudanya dengan harga murah, terlebih setelah performa impresif Inao Oulaï di musim lalu.
Kebijakan transfer Juventus musim panas ini tampak jelas: meremajakan skuad. Klub asal Turin itu disebut lebih memprioritaskan merekrut talenta muda ketimbang pemain senior dengan gaji tinggi. Nama-nama seperti Franck Kessié dan Leon Goretzka, yang saat ini berstatus bebas transfer setelah kontrak mereka berakhir pada 30 Juni, hanya akan didekati jika ada gelandang tengah yang hengkang. Pendekatan ini menandai perubahan strategi Juventus yang sebelumnya kerap mendatangkan pemain bintang di atas usia 30 tahun dengan bayaran mahal.
Di sisi lain, pelatih timnas Italia, Luciano Spalletti, dikabarkan sangat antusias menanti kedatangan Douglas Luiz dalam pramusim. Gelandang Brasil itu kembali ke Juventus setelah menjalani masa peminjaman di Nottingham Forest dan Aston Villa pada musim 2025-26. Kehadiran Douglas Luiz bisa menjadi opsi tambahan di lini tengah, meskipun masa depannya di klub masih belum pasti.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, persaingan merebut Inao Oulaï menjadi menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa kini semakin agresif memburu bakat muda dari Afrika. Fenomena ini juga bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, untuk lebih jeli dalam memantau talenta muda yang berpotensi menjadi bintang di masa depan. Jika Inao Oulaï akhirnya bergabung dengan Juventus, ia akan menjadi pemain Pantai Gading kedua yang memperkuat Bianconeri setelah Didier Drogba—meski Drogba hanya singgah sebentar di Turin pada 2014.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Juventus bersedia memenuhi permintaan harga Trabzonspor atau akan beralih ke target lain. Dengan banyaknya peminat, Inao Oulaï dipastikan tidak akan murah. Namun, jika Juventus serius meremajakan skuad, investasi pada pemain seusianya bisa menjadi langkah jangka panjang yang cerdas. Apakah Bianconeri akan memenangkan perburuan ini, atau justru kalah bersaing dengan klub-klub Premier League yang memiliki daya beli lebih besar?



