CEO Currys Peringatkan Lonjakan Harga Ponsel dan Laptop Akibat Krisis Chip Global
Baca dalam 60 detik
- Direktur Utama Currys, Alex Baldock, memproyeksikan kenaikan harga perangkat elektronik pada akhir tahun ini karena pasokan chip memori global tersedot oleh AI dan pusat data.
- Laporan yang didanai Uni Eropa memperingatkan bahwa kontrol ekspor China dan ketergantungan pada teknologi AS membuat industri chip Eropa rentan tanpa penguatan pasokan domestik.
- Currys mengamankan pasokan hingga September dengan pembelian di muka, namun ketidakpastian pasokan jangka panjang masih membayangi rantai pasok global.

Kenaikan harga ponsel pintar, laptop, dan berbagai barang elektronik konsumen pada paruh kedua tahun ini hampir tidak terhindarkan akibat kelangkaan chip memori global. Peringatan itu disampaikan langsung oleh bos Currys, jaringan ritel elektronik terbesar di Inggris, pada Kamis (2/7) setelah perusahaan merilis laporan tahunan.
Direktur Utama Currys Alex Baldock menjelaskan bahwa permintaan chip dari kecerdasan buatan (AI) dan pusat data telah menyedot pasokan silikon dunia. "Yang tersisa untuk ponsel dan laptop semakin sedikit, dan itu pasti akan menimbulkan tantangan ketersediaan serta inflasi harga pokok pada akhir tahun ini," ujarnya kepada wartawan.
Peringatan Baldock muncul di tengah laporan yang didanai Uni Eropa yang menyoroti masa depan suram industri chip Eropa. Laporan tersebut menyebut kontrol ekspor China, ketergantungan pada teknologi AS, dan kelemahan struktural sebagai ancaman serius jika Eropa tidak segera memperkuat pasokan domestik. Situasi ini menambah ketegangan dalam rantai pasok semikonduktor global yang sudah rapuh.
Baldock mengakui masih terlalu dini untuk memperkirakan besaran kenaikan harga. Namun, ia menegaskan Currys akan memanfaatkan posisinya sebagai pemimpin pasar untuk menekan kenaikan dan mengamankan pasokan. "Kami sudah melihat ini datang sejak lama, kami sudah melakukan pembelian di muka, sehingga pasokan komputasi dan ponsel aman setidaknya hingga September," katanya.
Bagi Indonesia, kelangkaan chip global ini berpotensi berdampak langsung pada harga gadget impor. Mengingat sebagian besar perangkat elektronik yang beredar di Tanah Air bergantung pada chip memori dari produsen global, kenaikan harga di tingkat ritel Inggris bisa menjadi sinyal awal bagi pasar Asia Tenggara. Konsumen Indonesia mungkin akan menghadapi harga yang lebih tinggi untuk ponsel dan laptop dalam beberapa bulan mendatang, terutama jika pasokan dari China dan Korea Selatan terganggu.
Di sisi lain, Currys melaporkan awal tahun fiskal baru yang solid dengan pertumbuhan laba 18% untuk tahun 2025/26. Baldock mencatat bahwa Piala Dunia sepak bola telah mendorong permintaan televisi, dengan penjualan TV 90 inci ke atas meningkat tiga kali lipat, serta produk musiman seperti pompa bir rumahan dan bak air panas. Gelombang panas baru-baru ini juga memicu lonjakan permintaan kipas angin dan AC.
Perusahaan yang berbasis di London ini juga mengumumkan bahwa Fredrik Tรธnnesen, kepala bisnis Nordics, akan menggantikan Baldock sebagai CEO grup pada akhir Agustus. Baldock, yang telah menjabat selama delapan tahun dan menjadi arsitek kebangkitan Currys, akan pindah menjadi CEO Boots pada musim gugur. Currys menyatakan optimistis dapat mencapai laba sebelum pajak rata-rata analis sebesar ยฃ198 juta pada tahun 2026/27, meskipun ketidakpastian ekonomi masih membayangi.
Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah produsen elektronik global mampu menahan gelombang kenaikan harga, atau justru konsumen yang harus menanggung beban inflasi chip? Jawabannya mungkin akan mulai terlihat saat pasokan aman Currys habis pada Oktober mendatang.



