Pochettino Patahkan Kutukan 24 Tahun: AS Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan 2-0 atas Bosnia-Herzegovina mengakhiri paceklik kemenangan AS di babak gugur Piala Dunia sejak 2002.
- Kartu merah Folarin Balogun di menit ke-64 justru menjadi momentum kebangkitan, menunjukkan mentalitas tangguh skuad asuhan Mauricio Pochettino.
- Pochettino kini memegang rekor pelatih AS dengan kemenangan terbanyak di Piala Dunia, tetapi fokusnya tetap pada laga berat melawan Belgia.

Mauricio Pochettino akhirnya mematahkan kutukan 24 tahun tanpa kemenangan di babak gugur Piala Dunia bagi Amerika Serikat. Dalam laga yang berlangsung di San Francisco Bay Area Stadium, Senin (30/6) WIB, AS menundukkan Bosnia-Herzegovina 2-0 dan memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor. Bagi Pochettino, cara timnya meraih hasil tersebut jauh lebih bermakna. โSaya sangat bangga dengan tim ini. Hari ini bukan hanya tentang kemenangan, tapi bagaimana kami meraihnya. Itu poin yang sangat penting,โ ujar pelatih asal Argentina itu usai pertandingan.
AS tampil dominan sepanjang laga, tetapi segalanya berubah di menit ke-64 ketika pencetak gol pertama, Folarin Balogun, harus menerima kartu merah langsung. Unggul jumlah pemain, Bosnia mencoba mengambil alih kendali permainan. Namun, AS justru menunjukkan ketangguhan mental. Malik Tillman memastikan kemenangan lewat tendangan bebas langsung yang tak mampu dihalau kiper lawan.
Bek kiri Antonee Robinson menegaskan bahwa momen sulit itu justru menjadi bukti soliditas tim. โMudah ketika semuanya berjalan mulus. Tapi hari ini kami menunjukkan cara menang meski dengan sepuluh pemain. Itu bukti kami semua bergerak ke arah yang sama,โ katanya kepada FIFA.
Christian Pulisic, gelandang serang AS, juga memuji respons tim setelah kartu merah. โKartu merah itu sangat tidak beruntung, tapi para pemain tidak goyah. Mereka memberikan segalanya, dan itu yang membuat perbedaan,โ ujarnya.
Kemenangan ini juga mengakhiri catatan buruk AS di babak gugur Piala Dunia. Sejak tahun 2002, AS selalu tersingkir di fase grup atau babak pertama sistem gugur. Kini, dengan kepercayaan diri yang melonjak, mereka bersiap menghadapi Belgia di Seattle pada babak 16 besar.
Pochettino menolak larut dalam euforia rekor pribadi. โRekor itu menyenangkan, tapi bukan tujuan utama. Yang penting adalah kami kompetitif, terus menang, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk laga melawan Belgia,โ tegasnya.
Belgia, yang dikenal dengan generasi emasnya, menjadi ujian sesungguhnya bagi kebangkitan AS. Namun, Pochettino mengingatkan bahwa di Piala Dunia tidak ada lawan yang mudah. โTidak ada pertandingan mudah di Piala Dunia. Itu tidak ada,โ pungkasnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan AS ini menarik untuk diikuti. Sebagai tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada, performa AS akan menjadi barometer kekuatan tim-tim Concacaf. Jika mampu menaklukkan Belgia, bukan tidak mungkin AS menjadi kuda hitam yang merepotkan di turnamen ini.



