Buru Bek Juventus, Everton Siap Bersaing dengan Leeds dan Aston Villa
Baca dalam 60 detik
- Juventus memberi lampu hijau untuk transfer Lloyd Kelly dengan banderol €30 juta, turun dari harga awal €35 juta.
- Everton, Leeds United, dan Aston Villa bersaing ketat mendapatkan bek tengah berusia 27 tahun yang ingin kembali ke Premier League.
- Kelly dinilai sebagai bek yang lebih matang setelah membuktikan diri di Juventus, menjadi opsi murah di bursa musim panas.

Setelah sukses mengamankan Hayden Hackney dan Tyrique George, Everton tak membuang waktu untuk memburu target berikutnya: Lloyd Kelly. Bek tengah Juventus itu dikabarkan ingin kembali ke Premier League, dan klub asal Merseyside siap memanfaatkan peluang ini.
Musim lalu, Everton nyaris lolos ke kompetisi Eropa. Kini, dengan tambahan amunisi baru, mereka berharap bisa menjembatani kesenjangan tersebut. Kelly, yang sempat diragukan saat pindah ke Juventus setelah masa kurang gemilang di Newcastle, justru membuktikan diri sebagai pemain yang lebih matang. Kembalinya ke Inggris disebut akan membawa angin segar bagi lini pertahanan yang membutuhkan regenerasi.
Menurut laporan TuttoJuve yang dikutip Sport Witness, Juventus telah memberi lampu hijau bagi kepergian Kelly. Awalnya, raksasa Serie A itu memasang harga €35 juta (sekitar £30 juta), namun kini bersedia menerima tawaran €30 juta (£26 juta). Penurunan harga ini menjadi daya tarik tersendiri bagi klub peminat.
Persaingan tiga klub—Everton, Leeds United, dan Aston Villa—diprediksi akan memanas. Siapa pun yang gagal mendapatkan Kelly kemungkinan akan beralih ke target lain, menciptakan efek domino di bursa transfer. Kelly sendiri dikabarkan lebih memilih kembali ke Premier League setelah setahun berseragam Juventus.
Bagi Everton, kehadiran Kelly bisa menjadi solusi jangka panjang. Jarrad Branthwaite, yang masih berusia 24 tahun, dianggap sebagai pilar masa depan lini belakang. Namun, ia membutuhkan partner yang sepadan. Kelly, yang baru saja merasakan atmosfer sepak bola Eropa bersama klub elite, dinilai sebagai pilihan ideal. Dengan banderol £26 juta, ia bisa menjadi salah satu pembelian paling murah musim panas ini.
Di sisi lain, Leeds United yang baru promosi ke Premier League juga membutuhkan pengalaman di lini pertahanan. Aston Villa, yang musim lalu tampil impresif, ingin menambah kedalaman skuad. Ketiga klub sama-sama memiliki kebutuhan mendesak, sehingga persaingan diprediksi berlangsung sengit.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik karena menunjukkan betapa agresifnya klub-klub Inggris dalam memburu pemain berkualitas dengan harga terjangkau. Fenomena ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, untuk lebih jeli dalam memanfaatkan momen penurunan harga pemain.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah: siapa yang akan memenangkan perlombaan ini? Apakah Everton yang sudah mulai bergerak cepat, Leeds yang butuh pengalaman, atau Aston Villa yang ingin bersaing di papan atas? Jawabannya akan menentukan peta persaingan Premier League musim depan.



