Izin Bank Kripto Keluarga Trump Disetujui Regulator AS: Langkah Besar atau Konflik Kepentingan?
Baca dalam 60 detik
- Otoritas Pengawas Mata Uang AS (OCC) memberikan persetujuan awal bersyarat untuk piagam bank perwalian nasional bagi World Liberty Trust, afiliasi kripto keluarga Trump.
- Langkah ini memungkinkan World Liberty menerbitkan dan mengelola stablecoin USD1 secara mandiri, memperkuat posisinya di industri aset digital yang tengah berkembang pesat.
- Persetujuan ini memicu perdebatan tentang potensi konflik kepentingan dan dampaknya terhadap regulasi kripto global, termasuk di Indonesia yang tengah merumuskan aturan serupa.

Regulator perbankan nasional Amerika Serikat, Office of the Comptroller of the Currency (OCC), pada Jumat lalu memberikan persetujuan awal bersyarat atas aplikasi piagam bank perwalian nasional yang diajukan oleh World Liberty Trust Company, entitas bisnis kripto yang terkait erat dengan Presiden Donald Trump dan keluarganya. Keputusan ini membuka jalan bagi perusahaan untuk memperluas operasi stablecoin-nya, khususnya USD1, dan menandai tonggak penting dalam upaya industri kripto untuk mendapatkan legitimasi perbankan formal di bawah pemerintahan yang pro-kripto.
Piagam yang diberikan secara kondisional ini, jika nantinya disetujui penuh, akan memungkinkan World Liberty untuk mengelola dan menyimpan aset nasabah serta mempercepat penyelesaian transaksi. Namun, perlu dicatat bahwa piagam ini tidak mengizinkan aktivitas perbankan tradisional seperti menerima simpanan atau memberikan pinjaman. Meski demikian, langkah ini dianggap sebagai terobosan karena memungkinkan perusahaan kripto untuk beroperasi di bawah satu piagam federal tunggal, melayani klien di seluruh negeri, dan menarik minat institusi keuangan besar.
Keputusan OCC ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, perusahaan kripto seperti Ripple dan Circle juga telah menerima persetujuan awal serupa di bawah kepemimpinan Jonathan Gould, yang ditunjuk Trump sebagai Kepala OCC tahun lalu. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran sikap regulator AS yang kini lebih akomodatif terhadap industri aset digital, sejalan dengan janji kampanye Trump untuk menjadikan AS sebagai pusat kripto dunia.
Bagi World Liberty, piagam ini memiliki nilai strategis yang besar. Saat ini, penerbitan dan penyimpanan USD1 masih ditangani oleh mitra bisnis, BitGo. Dengan piagam ini, World Liberty dapat mengambil alih fungsi-fungsi tersebut secara langsung, di bawah pengawasan OCC. Zach Witkoff, presiden dan ketua World Liberty Trust, menyambut baik keputusan ini dan menyebutnya sebagai "tonggak sejarah" dalam upaya mereka membangun bank. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk tunduk pada pengawasan ketat regulator federal.
Meski demikian, persetujuan ini tidak lepas dari kontroversi. OCC mengakui menerima komentar yang menyoroti kekhawatiran tentang investor non-AS di World Liberty Financial. Untuk meredam kekhawatiran tersebut, regulator mensyaratkan adanya "perjanjian pasivitas" dari sejumlah investor, termasuk yang berasal dari luar negeri, yang berjanji tidak akan mengendalikan atau mempengaruhi operasional bank. Menariknya, salah satu penandatangan perjanjian ini adalah Eric Trump, putra presiden, yang bertindak sebagai presiden kendaraan investasi keluarga Trump.
Kekhawatiran lain datang dari kalangan Demokrat di Senat AS. Pada bulan Februari, dua anggota Komite Perbankan Senat meminta Menteri Keuangan untuk menyelidiki potensi implikasi keamanan nasional dari pembelian saham senilai $500 juta di World Liberty Financial yang diduga terkait dengan penasihat keamanan nasional Uni Emirat Arab. Mereka juga menekan Gould untuk membagikan aplikasi lengkap perusahaan secara rahasia, karena versi publik dianggap tidak transparan mengenai struktur modal dan rencana bisnis.
Kepemimpinan World Liberty Trust juga sarat dengan koneksi politik. Zach Witkoff adalah putra dari Steve Witkoff, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah. Keluarga Witkoff adalah salah satu pendiri World Liberty Financial bersama Trump dan tiga putranya pada akhir 2024. Robert Witkoff, saudara Steve, akan menjadi direktur, dan Scott Alper, presiden bisnis real estate keluarga Witkoff, juga akan duduk di jajaran direksi. Hal ini semakin memperkuat kesan bahwa perusahaan ini adalah bagian dari jaringan bisnis keluarga Trump.
OCC, yang merupakan bagian dari Departemen Keuangan, berbeda dari regulator keuangan lainnya karena tidak memiliki dewan bipartisan. Hal ini memicu kritik bahwa keputusan ini sarat dengan konflik kepentingan. Namun, OCC membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa Gould dan stafnya "bertindak sesuai dengan tugas dan kewajiban etis" dan bahwa aplikasi telah ditinjau oleh staf karier yang non-politis.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi pelajaran penting. Indonesia sendiri tengah gencar merumuskan regulasi untuk aset digital, termasuk stablecoin. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) telah mengisyaratkan akan mengeluarkan aturan yang mengatur penerbitan dan penggunaan stablecoin. Langkah OCC yang memberikan piagam bank kepada perusahaan kripto menunjukkan bahwa regulasi yang jelas dan akomodatif dapat mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga harus diimbangi dengan pengawasan ketat untuk mencegah penyalahgunaan dan konflik kepentingan.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah persetujuan ini akan menjadi preseden bagi negara lain untuk mengikuti jejak AS, atau justru memicu kekhawatiran baru tentang pengaruh politik dalam regulasi keuangan. Dengan nilai pasar stablecoin yang terus tumbuh dan meningkatnya adopsi aset digital, keputusan OCC ini bisa menjadi titik balik bagi industri kripto global. Namun, transparansi dan akuntabilitas harus tetap menjadi prioritas utama, terutama ketika melibatkan tokoh-tokoh politik berpengaruh.



