XRP Tembus $1,18 dalam 7 Hari, ETF Arus Masuk Delapan Pekan Beruntun
Baca dalam 60 detik
- Harga XRP naik 11% dalam sepekan ke $1,18 didorong volume transaksi $1,9 miliar dan ekspansi Ripple di pembayaran lintas batas.
- Arus masuk ETF XRP mencapai $22,99 juta pada pekan terakhir, memperpanjang rekor delapan pekan beruntun dengan total kumulatif di atas $1,4 miliar.
- Meski ETF terus mengalir, harga XRP masih tertekan 20% sebulan terakhir dan butuh arus masuk bulanan di atas $300 juta untuk mengubah tren.

Harga XRP berhasil menembus level $1,18 pada perdagangan akhir pekan ini, mencatatkan kenaikan 11% dalam tujuh hari terakhir. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya minat institusional terhadap aset kripto milik Ripple tersebut, seiring dengan ekspansi layanan pembayaran lintas batas yang kian agresif.
Volume perdagangan XRP melonjak sekitar 10% dalam 24 jam terakhir, mencapai $1,9 miliar, berdasarkan data dari sejumlah bursa kripto. Sentimen positif juga didorong oleh narasi fundamental bahwa XRP Ledger mendekati satu juta transaksi agen kecerdasan buatan (AI), yang memperkuat optimisme investor terhadap utilitas jaringan.
Sejumlah analis kripto menilai bahwa lonjakan harga XRP tidak lepas dari derasnya arus masuk dana ke produk ETF XRP spot. Dalam pekan terakhir, ETF XRP mencatatkan arus masuk bersih sekitar $22,99 juta, memperpanjang tren positif selama delapan pekan berturut-turut. Akumulasi arus masuk kini telah melampaui $1,4 miliar, menandakan kepercayaan investor institusional yang terus tumbuh.
Fenomena ini menarik karena terjadi di saat ETF Bitcoin dan Ethereum justru mengalami arus keluar dana yang signifikan. Para pengamat pasar melihat adanya rotasi modal dari aset kripto utama menuju XRP, yang dinilai memiliki kejelasan regulasi lebih baik di Amerika Serikat. Produk ETF XRP dianggap sebagai instrumen yang lebih aman dan terregulasi di tengah ketidakpastian hukum yang masih menyelimuti sektor kripto.
Namun, di balik optimisme jangka pendek, harga XRP masih menghadapi tekanan bearish yang cukup kuat. Dalam sebulan terakhir, aset ini telah kehilangan sekitar 20% nilainya, sempat menyentuh titik terendah tahunan di dekat $1,03 pada akhir Juni. Posisi saat ini juga masih jauh dari puncak Januari lalu yang mencapai $2,40.
Analis memperkirakan bahwa arus masuk ETF bulanan sebesar $47 juta yang tercatat pada Juni terlalu kecil jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar XRP yang mendekati $65 miliar. Untuk dapat mengubah perilaku harga secara berarti, diperlukan arus masuk berkelanjutan di atas $300 juta per bulan. Faktor lain yang membebani adalah tambahan pasokan dari pelepasan escrow Ripple serta sentimen risk-off di pasar kripto global yang masih dominan.
Bagi investor Indonesia, pergerakan XRP ini patut dicermati mengingat popularitas aset kripto di tanah air yang masih tinggi. Meski regulasi di Indonesia masih terus berkembang, minat terhadap aset digital seperti XRP tetap besar, terutama di kalangan investor ritel. Fluktuasi harga yang tajam dan potensi keuntungan jangka pendek menjadi daya tarik tersendiri, namun risiko volatilitas juga perlu diwaspadai.
Ke depan, pasar akan mencermati beberapa sinyal kunci: apakah arus masuk ETF XRP terus bertambah, apakah arus keluar ETF Bitcoin mulai stabil, serta bagaimana perkembangan RUU CLARITY di Amerika Serikat dan data makroekonomi global mempengaruhi selera risiko investor. Jika tekanan jual mereda dan arus masuk institusional terus mengalir, target harga $1,40 hingga $1,50 bukanlah mustahil dalam waktu dekat.



