Rakernas APEKSI di Medan: Rico Waas Desak Lahirkan Aksi Nyata, Bukan Sekadar Rekomendasi
Baca dalam 60 detik
- Wali Kota Medan Rico Waas mendorong Rakernas XVIII APEKSI menghasilkan solusi konkret bagi pembangunan kota, bukan hanya dokumen rekomendasi.
- Forum yang digelar di Medan pada 28 Juni-4 Juli 2026 ini mengusung tema 'Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat' dengan agenda inovasi fiskal dan infrastruktur.
- Pemkot Medan memperkenalkan QRESTO, sistem digitalisasi pajak restoran yang dirancang untuk menekan kebocoran penerimaan daerah.

Wali Kota Medan, Rico Waas, secara tegas meminta agar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tidak berakhir sebagai forum seremonial belaka. Ia menginginkan setiap diskusi yang berlangsung mampu melahirkan kebijakan terukur yang langsung berdampak pada kesejahteraan warga kota.
Pernyataan itu disampaikan dalam pembukaan Rakernas yang berlangsung di Grand City Hall Medan, Rabu (1/7/2026). Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, yang didampingi oleh Rico Waas, Ketua Dewan Pengurus APEKSI Eri Cahyadi, dan Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam. Pembukaan ditandai dengan penabuhan Gordang Sambilan, alat musik tradisional Sumatera Utara.
Mengusung tema "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat", Rico Waas menekankan bahwa forum ini harus menjadi momentum bagi para kepala daerah untuk memperkuat ketahanan fiskal, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), membangun infrastruktur, dan menyiapkan strategi menghadapi tantangan perkotaan. "Jangan sampai forum ini hanya berhenti di atas kertas. Komitmen yang dibangun harus menjadi aksi nyata yang dirasakan masyarakat," ujarnya.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang turut hadir, mendukung penuh agar rekomendasi Rakernas tidak hanya dialamatkan ke pemerintah pusat, tetapi juga ke pemerintah provinsi. Menurutnya, sinergi antara kota dan provinsi menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah secara merata.
Pada kesempatan yang sama, Rico Waas memperkenalkan inovasi digitalisasi pajak restoran bernama QRESTO. Sistem ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Medan, Bank Indonesia, dan Bank Sumut. Melalui QRESTO, pajak restoran secara otomatis langsung masuk ke Rekening Kas Umum Daerah, sehingga meminimalkan potensi kebocoran dan meningkatkan transparansi penerimaan daerah. Langkah ini dinilai sebagai terobosan penting dalam pengelolaan keuangan daerah di era digital.
Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengingatkan bahwa kepala daerah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika global, kebijakan nasional yang berubah, tuntutan pemenuhan janji politik, hingga tekanan dari media sosial. Ia mendorong pemerintah kota untuk terus berinovasi dalam meningkatkan PAD, memanfaatkan skema pembiayaan alternatif, serta memperkuat city branding agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa Rakernas adalah wadah untuk memperkuat kolaborasi antarkota. Semangat APEKSI, kata dia, adalah saling berbagi inovasi sehingga tidak ada kota yang tertinggal dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. "Kita harus bergerak bersama, bukan sendiri-sendiri," ujarnya.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah rekomendasi dan inovasi yang lahir dari Rakernas ini benar-benar akan diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh anggota APEKSI, atau kembali menjadi dokumen yang mengendap di laci birokrasi.



