Kebakaran Apartemen di Antwerp Tewaskan Lima Orang, Polisi Selidiki Penyebab
Baca dalam 60 detik
- Lima orang dipastikan tewas dalam kebakaran yang melanda gedung apartemen 10 lantai di Antwerp, Belgia, pada Rabu (1/7).
- Petugas penyelamat mengevakuasi warga menggunakan tali dan tangga, sementara jumlah korban luka masih belum dapat dipastikan.
- Perdana Menteri Belgia menyampaikan duka cita, di tengah rangkaian kebakaran besar yang melanda negara tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Lima orang tewas dalam kebakaran yang melanda sebuah menara apartemen berlantai 10 di kota Antwerp, Belgia, pada Rabu (1/7) pagi waktu setempat. Peristiwa ini memicu evakuasi dramatis dengan tali dan tangga, serta menyisakan pertanyaan tentang penyebab pasti dan jumlah korban luka yang masih belum final.
Juru bicara kepolisian Antwerp, Kim Bastiaens, menyatakan bahwa pihaknya masih terlalu dini untuk memberikan angka pasti korban luka maupun penyebab kebakaran. Data awal dari media lokal sempat menyebut enam korban jiwa, namun kemudian direvisi menjadi lima. Proses identifikasi dan investigasi masih berlangsung di lokasi kejadian.
Kebakaran terjadi di sebuah gedung apartemen yang padat penghuni. Saksi mata dan penyintas menggambarkan kepanikan saat api mulai menjalar. Jaklien Heeren (80), warga lantai lima, mengaku beruntung bisa selamat bersama anjingnya. Ia menceritakan saat mencoba turun, ia mencium bau api dan melihat lidah api kecil, lalu kehilangan kesadaran. Dua tetangganya tidak dapat dihubungi setelah kejadian.
Geert Dewulf, penghuni lantai 10, menuturkan kepada stasiun televisi VRTNWS bahwa ia dan keluarganya tidak bisa turun sendiri. Mereka membarikade diri di apartemen dan menunggu di teras hingga petugas pemadam datang dengan tangga sekitar 10 menit kemudian. Tim penyelamat dari berbagai distrik dikerahkan, termasuk ambulans dan kru darurat. Polisi mengimbau warga sekitar menutup pintu dan jendela untuk menghindari asap beracun.
Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, yang sebelumnya menjabat sebagai wali kota Antwerp, menyampaikan duka cita melalui platform X. Ia mengatakan pikirannya tertuju pada para korban. Kebakaran ini menambah daftar panjang insiden kebakaran parah di Belgia dalam beberapa pekan terakhir, termasuk kebakaran gudang di Brussels.
Bagi Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan kebakaran di gedung bertingkat, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Meskipun regulasi bangunan di Indonesia telah mengatur sistem proteksi kebakaran, implementasi dan pemeliharaan seringkali masih lemah. Kasus kebakaran apartemen di Antwerp menunjukkan betapa krusialnya jalur evakuasi yang jelas, detektor asap yang berfungsi, serta respons cepat dari petugas pemadam kebakaran.
Ke depan, pemerintah daerah di Indonesia dapat mengevaluasi kembali kepatuhan pengelola apartemen terhadap standar keselamatan. Pertanyaan yang mengemuka: apakah insiden serupa dapat terjadi di sini, dan seberapa siap kita menghadapinya?



