BSI Rampungkan Transformasi IT, Siap Bersaing di Liga Bank Besar
Baca dalam 60 detik
- BSI menyelesaikan migrasi core banking ke sistem R24, menekan biaya operasional hingga 80 persen dan memperkuat layanan digital.
- Dengan dukungan Danantara, BSI menargetkan 40 juta nasabah pada 2030 dan bercita-cita masuk jajaran lima besar bank syariah global.
- Kinerja keuangan solid tercermin dari laba bersih Rp3,39 triliun per Mei 2026, tumbuh 16,73 persen secara tahunan.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) resmi menuntaskan transformasi sistem teknologi informasi yang menjadi fondasi untuk mempercepat bisnis dan memperkuat layanan digital. Langkah ini menempatkan BSI pada posisi yang lebih kompetitif di tengah persaingan perbankan nasional yang kian ketat.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan bahwa transformasi teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Seiring dengan pertumbuhan bisnis yang pesat dan digitalisasi industri keuangan, BSI harus mampu menyediakan layanan setara dengan bank-bank besar lainnya. "Sekarang BSI sudah masuk lima besar bank di Indonesia. Ekspektasi nasabah terhadap layanan dan sistem harus sama dengan bank besar," ujarnya dalam acara Ngopi Bareng Media Akselerasi Transformasi Digital BSI, Rabu (1/7/2026).
Proyek teknologi terbesar yang dijalankan adalah migrasi core banking dari sistem R10 ke R24, yang rampung pada pertengahan Mei 2026. Proyek ini melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi dan berlangsung di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Danantara—holding BUMN yang juga memberikan arahan strategis dan supervisi. Hasilnya, efisiensi operasional meningkat hingga 80 persen, proses Close of Business (COB) lebih cepat, dan kapasitas sistem membesar untuk mendukung ekspansi digital.
Transformasi ini juga menjadi batu loncatan bagi BSI untuk mencapai visi menjadi lima besar bank syariah global dan mengumpulkan 40 juta nasabah pada 2030. Salah satu engine pertumbuhan baru adalah lisensi bank emas yang diperoleh pada Februari 2025. "Bank emas menjadi engine baru kami untuk menggaet segmen yang selama ini belum dapat kami jangkau," kata Anggoro. Selain itu, status BSI yang meningkat menjadi Persero pada awal 2026 memperkuat posisinya dalam ekosistem BUMN.
Dari sisi layanan digital, BSI mengandalkan BYOND by BSI untuk segmen ritel dan BEWIZE by BSI untuk nasabah institusi. Hingga Mei 2026, mobile banking BSI telah digunakan oleh lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun. Sementara itu, BEWIZE terus mencatat pertumbuhan pengguna dan transaksi sebagai penggerak bisnis wholesale.
Kinerja keuangan BSI pun menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, laba bersih (unaudited) mencapai Rp3,39 triliun, tumbuh 16,73 persen secara tahunan. Total aset tercatat Rp444 triliun, dana pihak ketiga Rp372 triliun, dan pembiayaan Rp335 triliun dengan kualitas yang terjaga.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah seberapa cepat BSI dapat memanfaatkan ruang kapasitas sistem yang masih longgar untuk meluncurkan inovasi produk dan memperluas basis nasabah, terutama di segmen yang selama ini belum tersentuh. Dengan dukungan Danantara dan fondasi IT yang baru, BSI optimistis dapat menjadi motor penggerak ekonomi syariah nasional sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang modern, inklusif, dan kompetitif.



