De la Fuente: Spanyol Harus Buktikan Status Favorit di Fase Gugur Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menegaskan timnya harus memenuhi ekspektasi tinggi saat menghadapi Austria di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
- Spanyol bangkit setelah hasil imbang di laga perdana, kini siap menghadapi Austria yang dianggap memiliki disiplin dan pressing tinggi ala Ralf Rangnick.
- Pertandingan di Los Angeles ini menjadi ujian pertama Spanyol di fase gugur, di mana tidak ada ruang untuk kesalahan.

Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa anak asuhnya harus mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang dibebankan kepada mereka saat berhadapan dengan Austria pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7) waktu setempat. Pertandingan yang akan berlangsung di Los Angeles ini menjadi ujian sesungguhnya bagi La Roja setelah melalui fase grup yang tidak mulus.
De la Fuente mengakui bahwa tekanan justru menjadi bahan bakar bagi timnya. "Kami terus berkembang di bawah tekanan; saya suka ekspektasi tinggi dibebankan kepada kami. Kini terserah kami untuk memenuhi ekspektasi itu โ karena jelas tidak ada ruang untuk kesalahan; kami harus memenangi pertandingan berikutnya," ujarnya dalam konferensi pers jelang laga.
Perjalanan Spanyol di turnamen ini dimulai dengan hasil mengecewakan: imbang tanpa gol melawan Cabo Verde. Namun, skuad asuhan De la Fuente perlahan menemukan ritme permainan. Kemenangan meyakinkan atas Arab Saudi dan Uruguay di dua laga berikutnya mengantarkan mereka ke fase gugur sebagai runner-up grup. Kini, Austria menjadi batu sandungan berikutnya.
De la Fuente memberikan penghormatan kepada Austria, yang dinilainya memiliki identitas permainan yang jelas di bawah arahan Ralf Rangnick. "Disiplin, kekuatan, fisik, permainan udara โ selalu menjadi ciri khas sekolah Austria. Namun dengan Rangnick, mereka melangkah lebih jauh. Kini mereka melakukan pressing lebih tinggi dan menerapkan tekanan defensif yang lebih intens. Mereka memiliki pemain yang mampu melakukannya dan menikmati gaya bermain tersebut," analisisnya.
Bagi Spanyol, laga ini dipandang sebagai anak tangga menuju final 19 Juli. De la Fuente menekankan bahwa standar tinggi yang ditetapkan publik sama dengan target internal tim. "Wajar jika ekspektasi terhadap kami tinggi โ kami menetapkan standar yang lebih tinggi lagi untuk diri sendiri. Kami adalah kompetitor, ingin berkembang setiap hari. Saat menghadapi lawan setara, segalanya menjadi lebih sulit. Namun justru itulah tujuannya โ untuk memunculkan yang terbaik dari diri kami," tegasnya.
Pertandingan melawan Austria diyakini akan menjadi pertarungan sengit. Semangat juang tinggi Austria yang tidak pernah menyerah, seperti terlihat saat bangkit melawan Aljazair, menjadi ancaman serius. Namun, Spanyol mengaku siap menghadapi tantangan tersebut. "Dalam situasi seimbang, siapa pun yang mampu mengendalikan momen-momen krusial akan lebih dekat dengan kemenangan. Jika itu menantang kami, saya pikir itu luar biasa," pungkas De la Fuente.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik untuk melihat sejauh mana perkembangan taktik Spanyol di bawah De la Fuente, serta apakah Austria mampu menjadi kuda hitam seperti yang diperlihatkan di fase grup. Pertandingan akan disiarkan langsung di berbagai platform streaming.



