Kanada vs Maroko: Perebutan Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Kanada dan Maroko akan bertemu di babak 16 besar Piala Dunia 2026, dengan pemenangnya berhadapan dengan Prancis atau Paraguay.
- Kanada mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya, sementara Maroko ingin mengulang pencapaian semifinalis 2022.
- Laga ini menjadi ujian bagi ambisi Kanada sebagai tuan rumah dan ketangguhan Maroko sebagai kuda hitam turnamen.

Pertemuan antara Kanada dan Maroko di Stadion Houston pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 bukan sekadar laga biasa. Pemenang duel ini akan berhadapan dengan Prancis atau Paraguay di perempat final, sebuah tiket emas menuju puncak turnamen. Bagi Kanada, ini adalah panggung yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya: untuk pertama kalinya dalam sejarah, tim berjuluk The Reds itu melaju ke fase gugur Piala Dunia.
Kanada, yang bertindak sebagai tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Meksiko, memulai turnamen dengan hasil imbang melawan Bosnia dan Herzegovina, lalu mengalahkan Qatar, dan menyingkirkan Afrika Selatan di babak 32 besar. Sebelum edisi 2026, Kanada belum pernah meraih satu poin pun dalam enam penampilan Piala Dunia sebelumnya. Kini, mereka berada di ambang sejarah baru. Gelandang Stephen Eustaquio menegaskan keyakinan timnya: “Dalam laga knockout, keyakinan memegang peranan besar. Kami memiliki kelompok yang istimewa, kami merasa seperti saudara. Saat berjuang bersama, hal-hal istimewa bisa terjadi.”
Di sisi lain, Maroko datang dengan status semifinalis Piala Dunia 2022, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih negara Afrika mana pun sebelumnya. Perjalanan mereka di Amerika Utara tidak mudah: imbang 1-1 melawan Brasil di laga pembuka, kemudian finis kedua di Grup C, dan menyingkirkan Belanda melalui adu penalti yang dramatis di Monterrey. Kiper veteran Yassine Bounou menjadi pahlawan dengan menggagalkan tendangan Crysencio Summerville, sementara Ismael Saibari—yang kini telah bergabung dengan Bayern Munich—mengeksekusi penalti penentu kemenangan.
Kedua tim pernah bertemu di Piala Dunia 2022, saat Maroko menang 2-1 di fase grup berkat gol cepat Hakim Ziyech dan Youssef En Nesyri. Kini, konteksnya berbeda: ini adalah laga knockout, dan Kanada bermain di kandang sendiri. Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, menekankan perkembangan timnya: “Kami terus bertumbuh, dan targetnya adalah terus meningkat di turnamen ini.”
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, laga ini menawarkan tontonan menarik: bagaimana tim tuan rumah yang sedang naik daun menghadapi tim Afrika yang penuh pengalaman. Maroko, dengan pemain seperti Achraf Hakimi dan Sofyan Amrabat, menjadi representasi kebangkitan sepak bola Afrika yang patut dicermati. Sementara itu, Kanada—dengan pemain bintang seperti Jonathan David dan Tajon Buchanan—menunjukkan bahwa sepak bola Amerika Utara tidak bisa lagi diremehkan.
Pertandingan akan digelar di Stadion Houston, markas Houston Texans (NFL) yang telah menjadi tuan rumah berbagai acara besar, termasuk Super Bowl dan Copa America Centenario. Dengan kapasitas yang besar dan atmosfer yang mendukung, laga ini diprediksi berlangsung sengit. Pertanyaannya: akankah Kanada melanjutkan dongeng mereka, atau Maroko kembali menunjukkan tajinya sebagai kuda hitam Piala Dunia?



