Pulisic Starter Lagi, AS Hadapi Bosnia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Christian Pulisic kembali menjadi starter AS setelah cedera betis, dalam laga hidup mati melawan Bosnia di babak 32 besar.
- Pelatih Mauricio Pochettino mempertahankan formasi awal yang sama seperti saat mengalahkan Paraguay 4-1.
- Pemenang laga ini akan berhadapan dengan Belgia di babak 16 besar, memperebutkan tiket ke perempat final.

Christian Pulisic akhirnya kembali ke posisi starter Timnas Amerika Serikat (AS) saat mereka bersiap menghadapi Bosnia di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7) waktu setempat. Keputusan ini menjadi sinyal bahwa sang bintang sudah pulih total dari cedera betis yang sempat mengganggu penampilannya di fase grup.
Pulisic sebelumnya hanya tampil sebagai pemain pengganti saat AS kalah 3-2 dari Turki di laga pamungkas grup. Cedera betis yang dideritanya sejak awal turnamen membuat pelatih Mauricio Pochettino berhati-hati dalam memainkannya. Namun, setelah menjalani latihan penuh tanpa keluhan, Pochettino memutuskan untuk menurunkan Pulisic sejak menit pertama.
Menariknya, Pochettino kembali menggunakan susunan pemain yang sama persis saat AS menghajar Paraguay 4-1 di laga pembuka. Ini menunjukkan kepercayaan pelatih asal Argentina itu terhadap skema yang sudah terbukti efektif. Satu-satunya perubahan dari laga kontra Turki adalah masuknya Pulisic menggantikan pemain sayap lainnya.
Di kubu Bosnia, pelatih Sergej Barbarez melakukan tiga perubahan dari tim yang diturunkan sebelumnya. Yang paling mencolok adalah keputusan mencadangkan pemain sayap kelahiran AS, Esmir Bajraktarevic. Bajraktarevic, yang sempat menjadi sorotan karena memilih membela Bosnia ketimbang AS, harus puas memulai laga dari bangku cadangan. Tiga perubahan lainnya melibatkan lini belakang dan tengah, menandakan Bosnia ingin lebih solid bertahan menghadapi tekanan AS.
Pertandingan ini menjadi krusial bagi kedua tim. Bagi AS, lolos ke babak 16 besar adalah target minimal setelah tampil sebagai tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada. Sementara bagi Bosnia, ini adalah kesempatan langka untuk melangkah lebih jauh di turnamen besar. Pemenang laga nantinya akan berhadapan dengan Belgia, yang sudah dinanti-nanti di babak berikutnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan bagaimana tim yang mengandalkan pemain naturalisasi dan diaspora—mirip dengan strategi yang mulai dilirik PSSI. Kehadiran pemain seperti Bajraktarevic yang memilih negara asal orang tuanya menjadi cerminan dilema yang juga dihadapi pemain keturunan Indonesia. Selain itu, performa Pulisic sebagai motor serangan bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya manajemen cedera pemain bintang di turnamen padat jadwal.
Dengan skuat yang sudah diumumkan, AS diperkirakan akan mengandalkan kecepatan sayap dan kreativitas Pulisic untuk membongkar pertahanan Bosnia. Di sisi lain, Bosnia mengandalkan duet lini depan Edin Džeko dan Ermedin Demirović yang sudah terbukti tajam. Pertanyaan besarnya: mampukah Pochettino membawa AS melewati jebakan babak gugur, atau justru Bosnia yang akan membuat kejutan?



