Tuchel Buka Suara: Ketinggian Azteca Jadi Mimpi Buruk Inggris di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Thomas Tuchel mengakui timnya tidak punya cukup waktu untuk beradaptasi dengan udara tipis di Stadion Azteca, yang berada di ketinggian 7.200 kaki.
- Meksiko, lawan Inggris di babak 16 besar, telah memainkan seluruh laga Piala Dunia di dataran tinggi, memberi mereka keuntungan fisiologis signifikan.
- Laga yang digelar pukul 01.00 BST ini menjadi ujian berat bagi Inggris, yang hanya punya tiga hari persiapan sebelum pertandingan.

Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, secara terbuka mengakui bahwa faktor ketinggian Stadion Azteca di Mexico City akan menjadi kendala serius bagi anak asuhnya saat berhadapan dengan Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia, Senin (6/7) dini hari WIB. Dengan elevasi mencapai 7.200 kaki di atas permukaan laut, stadion tersebut menyajikan kondisi udara yang jauh lebih tipis dibandingkan biasanya, sesuatu yang menurut Tuchel tidak bisa diatasi dalam waktu singkat.
Inggris baru saja memastikan tiket ke fase gugur setelah Harry Kane mencetak dua gol ke gawang Republik Demokratik Kongo. Namun, euforia itu langsung dihadapkan pada realitas medis: tubuh manusia membutuhkan waktu lebih dari tiga hari untuk beradaptasi dengan penurunan tekanan barometrik dan kadar oksigen yang lebih rendah. “Ketinggian akan menjadi kerugian besar karena kami tidak bisa beradaptasi secara fisik,” ujar Tuchel dalam konferensi pers seusai laga. “Hanya ada tiga hari di antara pertandingan. Secara fisik, tidak mungkin beradaptasi.”
Meksiko, sebaliknya, sudah terbiasa dengan kondisi ekstrem tersebut. Sepanjang turnamen, mereka telah memainkan empat pertandingan di dataran tinggi—tiga kali di Azteca dan sekali di Guadalajara (5.000 kaki). Hal ini memberi mereka keunggulan fisiologis yang tidak bisa diabaikan. “Itu adalah keuntungan besar yang dimiliki Meksiko,” tegas Tuchel. “Dalam empat hari, mustahil untuk menyesuaikan diri. Lebih banyak rintangan mungkin akan datang, tapi kami siap menghadapinya.”
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, laga ini menawarkan tontonan yang tidak biasa. Pertandingan akan dimulai pukul 01.00 BST atau sekitar 07.00 WIB—waktu yang cukup bersahabat untuk dinikmati di akhir pekan. Tuchel bahkan berpesan kepada para orang tua agar mengizinkan anak-anak mereka menyaksikan pertandingan. “Buatlah alasan untuk tidak masuk sekolah dan biarkan mereka menonton,” katanya sambil tersenyum. “Piala Dunia hanya setiap empat tahun sekali. Kami butuh dukungan semua orang, terutama anak-anak.”
Selain faktor altitude, tekanan mental juga menjadi sorotan. Inggris belum pernah menjuarai Piala Dunia sejak 1966, dan beban sejarah itu kerap dianggap mempengaruhi performa. Namun, Tuchel menepis anggapan tersebut. “Saya tidak melihat tekanan itu sama sekali,” ujarnya. “Akan sangat mudah untuk menyerah dan menerima narasi itu. Saya tidak melihatnya, dan itu adalah pertanda yang sangat baik.”
Pertandingan melawan Meksiko akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kemampuan adaptasi dan mentalitas Inggris. Apakah mereka mampu mengatasi keterbatasan fisik akibat ketinggian, atau justru Meksiko yang akan memanfaatkan keunggulan kandangnya? Satu hal yang pasti: laga di Azteca tidak akan berjalan mudah bagi The Three Lions.



