Operasional Haji 2026 Resmi Berakhir, Menhaj Klaim Biaya Turun Rp2 Juta
Baca dalam 60 detik
- Kementerian Haji dan Umrah menutup operasional haji 2026 setelah kloter terakhir mendarat di Makassar.
- Biaya haji tahun ini turun Rp2 juta per jemaah, namun angka kematian 367 orang masih dianggap tinggi.
- Evaluasi menyeluruh akan digelar akhir pekan ini sebagai persiapan menuju musim haji 2027.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf secara resmi menutup rangkaian operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026, Rabu (1/7), setelah kloter terakhir jemaah Indonesia tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Momen penutupan diwarnai sujud syukur dan tangis haru para petugas yang menyambut kepulangan Kloter Ujung Pandang 43.
Sepanjang musim haji tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberangkatkan total 527 kloter yang terdiri dari 202.636 jemaah reguler dari 16 embarkasi di seluruh Indonesia. Selain itu, Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) turut memberangkatkan 16.585 jemaah khusus dan 1.016 petugas. Dari sisi demografi, tercatat 44.247 jemaah lansia, 170.700 jemaah berisiko tinggi (72 persen dari total), 370 jemaah berkebutuhan khusus, dan 275 jemaah pengguna kursi roda.
Gus Irfan, sapaan akrab menteri, mengklaim keberhasilan menurunkan biaya haji sebesar Rp2 juta per jemaah tanpa mengurangi kualitas layanan. Menurutnya, justru terjadi peningkatan pelayanan yang diakui para jemaah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Inovasi yang diterapkan antara lain alokasi kuota berdasarkan antrean, penggunaan embarkasi tanpa asrama haji di Yogyakarta untuk pertama kalinya, percepatan proses visa sejak pertengahan Ramadan, serta digitalisasi kontrol distribusi katering dan pelacakan lokasi petugas.
Di sisi lain, Kemenhaj mencatat penurunan angka kematian jemaah sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun, total 367 jemaah dan 1 petugas yang wafat di Arab Saudi dinilai masih cukup besar. Gus Irfan mengakui capaian itu belum memuaskan dan berkomitmen memperketat pemeriksaan kesehatan (istitha'ah) bagi calon jemaah ke depan. Saat ini, masih ada 60 jemaah yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi, tersebar di Jeddah (7), Madinah (31), dan Mekah (22).
Gus Irfan juga mengungkapkan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini dijalankan dengan keterbatasan sumber daya manusia yang hanya mencapai 50 persen dari kebutuhan ideal. Meski demikian, seluruh rangkaian operasional dapat diselesaikan berkat kerja keras tim. Ia mencontohkan Asrama Haji Surabaya yang menangani 116 kloter tanpa henti, hingga Kepala UPT setempat sempat jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit. Apresiasi khusus disampaikan kepada dr. Fitri Rezkiani, petugas kesehatan asal Buton Tengah yang gugur saat bertugas.
Ke depan, Kemenhaj akan menggelar forum evaluasi menyeluruh selama tiga hari mulai akhir pekan ini. Setelah itu, persiapan operasional haji 2027 akan segera dimulai. "Tim kita tidak pernah beristirahat karena selesai haji 2026 kita menyiapkan operasional 2027," tegas Gus Irfan. Pertanyaan besarnya, apakah berbagai inovasi dan evaluasi mampu menekan angka kematian lebih signifikan serta menjaga efisiensi biaya di tengah keterbatasan SDM?



