Taiwan Sambut Kereta Cepat N700ST Buatan Jepang, Kapasitas Angkut Naik 25 Persen
Baca dalam 60 detik
- Kereta generasi baru N700ST tiba di Taiwan dan ditargetkan beroperasi komersial pada Juli 2027, menandai penguatan kerja sama teknologi shinkansen Jepang.
- Investasi senilai 124 miliar yen untuk 12 rangkaian kereta ini diyakini mampu meningkatkan kapasitas angkut pada jam sibuk hingga seperempatnya.
- Kehadiran N700ST dipandang sebagai tonggak yang akan membentuk perkembangan jaringan kereta dan industri Taiwan dalam dua dekade mendatang.

Taiwan resmi menerima kedatangan kereta cepat generasi terbaru N700ST buatan Jepang pada Sabtu (16/8) di Pelabuhan Kaohsiung. Momen ini bukan sekadar seremoni serah terima, melainkan penanda babak baru dalam kolaborasi hampir dua dekade yang berakar pada teknologi shinkansen Negeri Sakura.
Kereta yang merupakan pengembangan dari model N700S yang melayani jalur Tokaido Shinkansen Tokyo-Shin-Osaka ini dijadwalkan mulai beroperasi komersial paling cepat Juli 2027. Dalam seremoni yang dihadiri pejabat Taiwan dan Jepang, rangkaian utama kereta tampak diturunkan secara bertahap ke dermaga, disambut tepuk tangan para tamu undangan.
Taiwan High Speed Rail Corp. (THSRC) telah memesan 12 rangkaian kereta, masing-masing terdiri dari 12 gerbong, dari konsorsium yang dipimpin Hitachi Ltd. dan Toshiba Corp. Nilai kontraknya mencapai 124 miliar yen atau sekitar 780 juta dolar AS. Setiap rangkaian memiliki panjang sekitar 300 meter dan mampu melaju hingga 300 kilometer per jam. Teknologi full-active suspension dipasang untuk meredam getaran, sementara setiap kursi dilengkapi stop kontak listrik.
Fitur lain yang diunggulkan adalah sistem cadangan berbasis baterai lithium-ion. Jika terjadi pemadaman listrik, kereta tetap bisa bergerak dengan kecepatan rendah menuju lokasi aman atau menjaga fasilitas seperti penerangan dan toilet tetap berfungsi. Inovasi ini menjadi nilai tambah dalam hal keselamatan dan kenyamanan penumpang.
THSRC menyatakan bahwa setelah seluruh 12 rangkaian N700ST beroperasi, kapasitas angkut pada jam sibuk diperkirakan meningkat 25 persen. Saat ini, operator tersebut mengoperasikan kereta 700T yang berbasis seri 700 Jepang di jaringan 12 stasiun yang melayani koridor barat Taiwan, yang mulai beroperasi pada 2007.
Ketua THSRC, Shih Che, dalam pidatonya menekankan manfaat ekonomi yang telah dibawa kereta cepat bagi komunitas di sepanjang rute. Ia menyebut operator tersebut "telah menjadi arteri Taiwan dan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari". Sementara itu, Menteri Transportasi Taiwan, Chen Shih-kai, menggambarkan kereta baru ini bukan sekadar tambahan armada, melainkan "tonggak sejarah" yang akan membentuk perkembangan jaringan kereta api, kota-kota, dan industri Taiwan selama 20 tahun ke depan.
Bagi Indonesia, pengalaman Taiwan dalam mengadopsi teknologi shinkansen dapat menjadi pelajaran berharga. Indonesia sendiri tengah mengembangkan kereta cepat Whoosh yang juga mengusung teknologi asing. Keberhasilan Taiwan dalam mengintegrasikan kereta cepat ke dalam sistem transportasi publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridor menjadi bukti bahwa investasi infrastruktur perkeretaapian berdampak jangka panjang. Pertanyaannya, mampukah Indonesia meniru jejak Taiwan dalam memaksimalkan potensi kereta cepat untuk pembangunan wilayah?



