Meta Tunjuk Alex Schultz sebagai Chief Data Officer Pertama, Perkuat AI dan Analitik Data
Baca dalam 60 detik
- Meta menunjuk Alex Schultz sebagai chief data officer pertama untuk mengelola analitik AI global.
- Denise Moreno naik jabatan menjadi chief marketing officer menggantikan Schultz.
- Langkah ini menandai fokus Meta pada pengambilan keputusan berbasis data di era AI.

Meta Platforms, induk perusahaan Facebook, resmi menunjuk Alex Schultz sebagai chief data officer (CDO) pertama dalam sejarah perusahaan. Langkah ini diambil untuk memperkuat pengelolaan analitik kecerdasan buatan (AI) di seluruh operasi global raksasa teknologi tersebut.
Schultz, yang sebelumnya menjabat sebagai chief marketing officer (CMO), akan bertanggung jawab mengubah cara Meta belajar dan mengambil keputusan di era AI. "Fokus saya dalam peran baru ini adalah membantu mentransformasi bagaimana Meta belajar dan membuat keputusan di era AI," tulis Schultz dalam unggahan LinkedIn, Rabu (1/7).
Bersamaan dengan promosi Schultz, Meta juga menunjuk Denise Moreno sebagai CMO yang baru. Moreno, yang telah 17 tahun berkarier di Meta, sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden pemasaran konsumen dan pertumbuhan. Ia memulai kariernya di perusahaan dengan mengelola pemasaran email dan eksperimen pertumbuhan.
Penunjukan Schultz sebagai CDO pertama Meta menandai langkah strategis perusahaan untuk memperdalam fokus pada pengambilan keputusan berbasis data dan integrasi AI di seluruh lini bisnis. Langkah ini juga mengindikasikan bahwa Meta ingin memanfaatkan data secara lebih efisien untuk meningkatkan produk dan layanan, termasuk iklan dan rekomendasi konten.
Bagi Indonesia, langkah Meta ini relevan mengingat besarnya basis pengguna Facebook, Instagram, dan WhatsApp di tanah air. Dengan pengelolaan data yang lebih baik, Meta berpotensi menghadirkan fitur yang lebih personal dan efisien bagi pengguna Indonesia. Namun, hal ini juga menimbulkan pertanyaan terkait privasi data, mengingat regulasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) yang baru berlaku.
Analis menilai bahwa peran CDO akan semakin krusial di tengah persaingan AI global. Meta tidak hanya bersaing dengan Google dan Microsoft, tetapi juga dengan startup AI seperti OpenAI. Dengan investasi besar di infrastruktur AI, Meta berusaha mengejar ketertinggalan dan memperkuat posisinya di era komputasi awan dan kecerdasan buatan.
Ke depan, tantangan terbesar Schultz adalah memastikan bahwa transformasi data-driven ini tidak hanya berjalan di level korporasi, tetapi juga terintegrasi dalam setiap produk yang digunakan miliaran orang. Pertanyaannya, mampukah Meta menyeimbangkan inovasi AI dengan perlindungan privasi pengguna?



