Prabowo Pertimbangkan Tinjau Langsung Korban Gempa NTT: 47 Tewas, 2.000 Jiwa Terdampak
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto masih mengkaji rencana kunjungan ke NTT untuk memastikan penanganan gempa berjalan optimal, sementara para menteri telah berada di lokasi.
- Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo pada Sabtu subuh telah menewaskan 47 orang dan memengaruhi sekitar 2.000 jiwa, dengan lima kabupaten terdampak.
- Pemerintah mengerahkan bantuan 50.000 paket sembako serta melibatkan BUMN seperti Bulog, PLN, Pertamina, dan Telkom dalam percepatan pemulihan pascabencana.

Presiden Prabowo Subianto belum memutuskan jadwal kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang meluluhlantakkan sejumlah wilayah, meski sejumlah menteri telah bergerak lebih dulu ke lokasi untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa opsi kunjungan presiden masih mengambang dan akan ditentukan setelah melihat hasil evaluasi tim di lapangan.
"Nanti kita lihat situasinya, para menteri juga sudah di sana. Kita lihat seperti apa lalu kita putuskan," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin. Ia menambahkan bahwa sejumlah pejabat tinggi telah berada di NTT, termasuk Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, serta wakil menteri kesehatan dan sosial. Mereka bertugas memantau dan memastikan upaya penanggulangan bencana berjalan terpadu.
Gempa yang mengguncang Kabupaten Nagekeo pada Sabtu dini hari itu memicu peringatan dini tsunami dari BMKG, yang kemudian dicabut pada pukul 07.30 WIB. Berdasarkan laporan sementara Kementerian Sosial, dampak bencana menyebar ke lima kabupaten: Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende. BNPB mencatat 47 orang meninggal dunia, sementara sekitar 2.000 jiwa terdampak dan jumlah pengungsi masih terus didata.
Dalam unggahan Instagram pribadinya, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan penanganan darurat yang cepat dan maksimal. "Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal," tulisnya. Sebagai langkah konkret, pemerintah telah mengirimkan 50.000 paket sembako pada Sabtu, dan memerintahkan kerja sama lintas sektor yang melibatkan Perum Bulog, PLN, Pertamina, serta Telkom untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan logistik.
Kepala Negara menekankan bahwa keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama. "Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini," ujarnya. Pemerintah, lanjutnya, akan terus berupaya memulihkan keadaan pascabencana. Simpati dan doa juga disampaikan Prabowo untuk warga NTT yang tengah berduka.
Konteks Indonesia: Bencana ini menguji kesiapan pemerintah dalam manajemen darurat di kawasan timur yang kerap menghadapi keterbatasan akses. Keterlibatan langsung BUMN seperti PLN dan Telkom menjadi sinyal bahwa pemulihan infrastruktur vital menjadi prioritas, mengingat NTT merupakan salah satu daerah dengan kesenjangan layanan dasar yang masih tinggi. Kecepatan respons pemerintah juga menjadi sorotan publik, terutama dalam hal distribusi bantuan dan akurasi data korban.
Para pengamat menilai bahwa kunjungan presiden, jika terealisasi, akan menjadi simbol perhatian negara dan mempercepat koordinasi antarlembaga. Namun, efektivitas penanganan tetap bergantung pada konsistensi tindak lanjut setelah sorotan media mereda. Pertanyaan yang muncul: apakah pemerintah mampu membangun kembali infrastruktur yang rusak dan memulihkan ekonomi lokal secara berkelanjutan, atau hanya sekadar respons darurat sesaat?



