Pemain Muda Prancis Kukuhkan Diri sebagai Raja Assist Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Michael Olise memimpin daftar pengumpan terbanyak Piala Dunia 2026 dengan lima assist, menyamai rekor legenda seperti Pelé dan Maradona.
- Persaingan assist musim ini lebih ketat ketimbang edisi sebelumnya, dengan hanya satu pemain mencapai lima assist hingga babak gugur.
- Dominasi pemain Eropa dan Amerika Latin di papan atas assist mengindikasikan pergeseran taktik ke permainan kolektif.

Pemain sayap tim nasional Prancis, Michael Olise, memuncaki daftar pengumpan terbanyak Piala Dunia 2026 dengan lima assist hingga 1 Juli 2026. Capaian ini tidak hanya menempatkannya sebagai kreator gol paling produktif di turnamen, tetapi juga menyamai rekor legenda seperti Pelé (1970) dan Diego Maradona (1986) yang masing-masing mengoleksi lima assist dalam satu edisi Piala Dunia.
Menurut data FIFA, assist mulai dicatat secara resmi sejak 1966. Dalam sejarah, hanya enam pemain yang pernah mencapai lima assist atau lebih dalam satu turnamen: Pelé (6 assist, 1970), Robert Gadocha (5, 1974), Thomas Hässler (5, 1994), Pierre Littbarski (5, 1982), Maradona (5, 1986), dan kini Olise. Pemain berusia 22 tahun itu unggul satu assist atas gelandang Brasil Bruno Guimarães yang mengoleksi empat assist. Di bawah mereka, terdapat enam pemain dengan tiga assist, termasuk Roberto Alvarado (Meksiko), Alexander Isak (Swedia), Martin Ødegaard (Norwegia), dan Florian Wirtz (Jerman).
Ketatnya persaingan assist tahun ini terlihat dari jumlah pemain yang mencapai dua assist: tercatat 20 pemain, termasuk nama-nama besar seperti Kylian Mbappé, Mohamed Salah, Bukayo Saka, dan Joshua Kimmich. Sebagai perbandingan, pada Piala Dunia 2022 hanya lima pemain yang mencatat tiga assist—Bruno Fernandes, Antoine Griezmann, Harry Kane, Lionel Messi, dan Ivan Perišić. Sementara pada 2018, tidak ada pemain yang mencatat lebih dari dua assist. Lonjakan jumlah assist musim ini mengindikasikan pergeseran taktik ke arah permainan kolektif dan pentingnya peran playmaker di lini tengah.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dominasi pemain Eropa di papan assist menjadi pengingat akan pentingnya pengembangan kreativitas di lini tengah. Tim nasional Indonesia, yang tengah membangun skuad muda, dapat belajar dari pendekatan Prancis dan Brasil yang memadukan kecepatan dengan visi bermain. Selain itu, kehadiran pemain Asia seperti Alvarado (Meksiko) yang bermain di Liga MX menunjukkan bahwa bakat dari luar Eropa juga mampu bersaing di level tertinggi.
Menilik sejarah, rekor assist tunggal tertinggi masih dipegang Pelé dengan enam assist pada 1970. Namun, dengan masih tersisa babak gugur, bukan tidak mungkin Olise atau pemain lain memecahkan rekor tersebut. Pertanyaannya, akankah permainan kolektif yang ditunjukkan para kreator gol ini mampu membawa timnya melaju hingga final? Atau justru pertahanan ketat lawan akan membatasi ruang gerak mereka?



