Skandal Kekerasan Rumah Tangga Guncang Keluarga Pemilik Singha: Sunit Scott Mundur dari Seluruh Jabatan
Baca dalam 60 detik
- Sunit Scott, anggota keluarga Bhirombhakdi pemilik Bir Singha, mundur dari semua posisi di perusahaan keluarga setelah tuduhan kekerasan domestik.
- Keluarga Bhirombhakdi menegaskan sikap anti-kekerasan dan menolak dokumen kesepakatan yang beredar karena tidak diakui oleh dua cabang keluarga lainnya.
- Kasus ini berpotensi mempengaruhi reputasi bisnis keluarga di kancah internasional, termasuk kemitraan dengan perusahaan Indonesia.

Keluarga Bhirombhakdi, konglomerat Thailand di balik merek bir legendaris Singha, mengambil langkah tegas di tengah badai hukum yang melibatkan dua anggota keluarganya. Sunit Scott, yang juga merupakan bagian dari klan tersebut, secara resmi melepaskan seluruh perannya di perusahaan keluarga setelah tuduhan kekerasan dalam rumah tangga mencuat ke publik.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis, keluarga Bhirombhakdi menegaskan komitmennya terhadap prinsip anti-kekerasan dalam bentuk apa pun, termasuk kekerasan fisik, verbal, ancaman, dan tindakan yang merendahkan martabat. Mereka mengakui bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada Sunit Scott dan Siranudh Scott adalah masalah serius yang harus ditangani dengan sensitivitas dan keadilan.
Langkah mundur Sunit Scott dari semua posisi eksekutif, dewan, dan operasional diambil untuk menjaga transparansi dan menghindari konflik kepentingan selama proses hukum berjalan. Keputusan ini berlaku efektif segera, menunggu hasil penyelidikan resmi dan proses peradilan yang sedang berlangsung.
Menariknya, keluarga Bhirombhakdi juga mengklarifikasi bahwa dokumen kesepakatan yang sebelumnya beredar di publik bukanlah representasi resmi dari seluruh keluarga. Dokumen tersebut, menurut pernyataan, hanya melibatkan Jiranuch dan kedua putranya, serta tidak pernah diakui oleh dua cabang keluarga lainnya. Hal ini menunjukkan adanya perpecahan internal dalam menangani kasus tersebut.
Kasus ini tidak hanya mengguncang internal keluarga, tetapi juga berpotensi berdampak pada reputasi bisnis Boon Rawd Brewery di pasar internasional. Sebagai salah satu merek bir tertua di Asia Tenggara, Singha telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk distribusi dan pemasaran. Skandal semacam ini dapat mempengaruhi kepercayaan mitra bisnis dan konsumen di Tanah Air.
Menurut pengamat bisnis Thailand, langkah cepat keluarga Bhirombhakdi untuk mengeluarkan pernyataan dan meminta Sunit Scott mundur menunjukkan upaya untuk membendung dampak negatif. Namun, kejelasan mengenai tuduhan dan proses hukum masih menjadi tanda tanya besar. Keluarga berjanji akan bekerja sama penuh dengan proses peradilan dan mendorong semua pihak untuk menempuh jalur hukum yang berlaku.
Keluarga Bhirombhakdi juga meminta publik untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak menyebarkan informasi sepihak yang dapat mengganggu keadilan. Mereka berterima kasih atas pengertian dan kesabaran semua pihak selama proses ini berlangsung.
Ke depannya, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah langkah ini cukup untuk memulihkan citra keluarga dan bisnis mereka, terutama di tengah sorotan media yang intens. Akankah ada tuntutan hukum lebih lanjut dari pihak korban, atau justru mediasi yang dijadwalkan setelah Juli 2026 akan membawa titik terang? Semua mata kini tertuju pada proses peradilan Thailand.



