Sinner Selamatkan Diri dari Kejutan Borges di Wimbledon
Baca dalam 60 detik
- Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner menang tiga set langsung atas Nuno Borges di putaran kedua Wimbledon, meski sempat tertekan di dua set pertama.
- Penampilan Sinner belum optimal setelah memilih tidak bermain di turnamen rumput pemanasan, namun ia mampu meningkatkan level saat kritis.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Sinner menjelang laga kontra Jenson Brooksby, sekaligus menjaga asa juara di All England Club.

Jannik Sinner harus bekerja keras untuk melewati hadangan petenis Portugal, Nuno Borges, pada putaran kedua Wimbledon, Kamis (4/7) waktu setempat. Unggulan pertama itu menang 7-6 (7-4), 7-6 (7-2), 6-4 dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 32 menit di Centre Court.
Pertandingan ini menjadi ujian serius bagi Sinner, yang pada laga sebelumnya nyaris tersingkir setelah melalui lima set melawan Miomir Kecmanovic. Meski tampil lebih solid dibanding pertandingan pertama, Sinner masih melakukan 29 kesalahan sendiri dan belum menemukan ritme terbaiknya. Namun, ia mampu tampil gemilang saat poin-poin kritis, terutama di tie-break.
Borges, yang menempati peringkat 48 dunia, tampil percaya diri dengan memadukan pukulan keras dan drop shot halus. Ia bahkan sempat unggul break di set kedua dan memiliki satu set point saat memimpin 5-4. Namun, ketegangan membuatnya melakukan kesalahan ganda dan gagal memanfaatkan peluang. Sinner pun merebut break back dan memenangi tie-break dengan meyakinkan.
Legenda Wimbledon, John McEnroe, yang kini menjadi komentator BBC, menilai kemenangan ini sangat berharga bagi Sinner. "Itu persis seperti yang diresepkan. Sangat kompetitif dan ia meningkatkan permainannya. Ia akan memasuki hari Jumat dengan perasaan jauh lebih baik daripada hari Senin," ujar McEnroe.
Keputusan Sinner untuk tidak mengikuti turnamen rumput pemanasan sempat dipertanyakan setelah ia tampil kurang meyakinkan di babak awal. Namun, petenis Italia itu mengaku butuh waktu untuk kembali ke ritme pertandingan. "Saya perlu kembali ke ritme, tetapi jika Anda melihat papan skor, pertandingan ini sangat ketat dan pertandingan seperti ini sangat membantu saya. Ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, tetapi saya sangat senang," kata Sinner usai laga.
Mantan juara Wimbledon 1987, Pat Cash, yang juga menjadi komentator, menilai performa Sinner belum sepenuhnya mengalir. "Jika Anda melihat hasil akhir, itu cukup bagus, terutama mengingat cara Borges bermain di dua set pertama. Ia bisa saja kehilangan salah satu set tersebut. Permainan Sinner belum sepenuhnya mengalir, tetapi itu tidak harus terjadi. Jika ia bisa membuat forehand-nya bekerja 95%, itu sudah bagus," ujar Cash.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, perjalanan Sinner di Wimbledon tahun ini menarik untuk diikuti karena ia merupakan salah satu wajah baru tenis dunia yang mulai mendominasi. Dengan kemenangan ini, Sinner membuktikan bahwa ia mampu bertahan di bawah tekanan, sebuah kualitas yang diperlukan untuk menjadi juara Grand Slam. Pertandingan selanjutnya melawan Brooksby akan menjadi ujian lain bagi konsistensinya.
Akankah Sinner mampu mempertahankan gelar Wimbledon-nya? Ataukah kejutan masih menanti di babak-babak berikutnya? Yang jelas, perjuangannya baru dimulai.



