Ronaldo, Modric, dan Yamal: Tiga Generasi Bersaing di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Portugal vs Kroasia mempertemukan Cristiano Ronaldo (Piala Dunia keenam) dan Luka Modric (201 caps) di Toronto.
- Spanyol bersama remaja Lamine Yamal menghadapi Austria di Los Angeles, sementara Swiss berjumpa Aljazair di Vancouver.
- Pemenang laga-laga ini akan melaju ke babak 16 besar, memperebutkan tiket ke perempat final.

Pertandingan Portugal melawan Kroasia pada Kamis (2/7) di Toronto menjadi panggung pertemuan dua legenda sepak bola yang mewakili ujung spektrum usia: Cristiano Ronaldo yang mencatat penampilan keenam di Piala Dunia, dan Luka Modric yang bersiap mengoleksi caps ke-201. Laga ini menjadi salah satu dari tiga partai kunci di babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang juga menampilkan Spanyol, Austria, Swiss, dan Aljazair.
Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, tetap menjadi motor serangan Portugal meski usianya tak lagi muda. Ia memimpin tim yang finis sebagai runner-up Grup K. Di sisi lain, Modric yang telah berusia 39 tahun masih menjadi otak permainan Kroasia, yang juga lolos sebagai runner-up Grup L. Kedua tim sama-sama memiliki ambisi besar: Portugal ingin memperbaiki pencapaian semifinal 2006, sementara Kroasia bertekad melampaui final 2018.
Sebelum duel Portugal vs Kroasia, laga pembuka hari itu mempertemukan Spanyol dan Austria di Los Angeles. Spanyol, yang finis sebagai juara Grup H, mengandalkan bakat muda Lamine Yamal. Remaja berusia 16 tahun itu telah mencuri perhatian dunia dengan kemampuannya melewati lawan dan menciptakan peluang. Austria di bawah asuhan Ralf Rangnick bukan lawan mudah: mereka lolos sebagai runner-up Grup J dengan permainan pressing tinggi yang khas.
Laga ketiga mempertemukan Swiss dan Aljazair di BC Place Vancouver. Swiss tampil solid sebagai juara Grup B, unggul atas tuan rumah Kanada. Aljazair, yang lolos dari Grup J di posisi ketiga dengan dramatis, memiliki motivasi ekstra untuk membuktikan diri. Pemenang laga ini akan berhadapan dengan Kolombia atau Ghana di babak 16 besar.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga-laga ini menawarkan tontonan kelas dunia. Kehadiran Ronaldo dan Modric menjadi pengingat bahwa usia bukan halangan untuk bersaing di level tertinggi. Sementara Yamal mewakili masa depan sepak bola Eropa yang cerah. Pertanyaan besarnya: akankah pengalaman atau kegesitan muda yang akan mendominasi?



