Prabowo Apresiasi Polri: Nihil Terorisme Tercapai, Tapi Korupsi Masih Jadi PR Besar
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto memuji Kepolisian RI atas keberhasilan mempertahankan nol insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir.
- Dalam pidato HUT Bhayangkara ke-80, ia menempatkan terorisme, narkoba, judi online, dan korupsi sebagai ancaman utama bangsa.
- Prabowo mengingatkan agar aparat tidak cepat puas, karena kemiskinan akibat korupsi dan ekonomi ilegal masih menjadi tantangan berat.

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dinilai berhasil mempertahankan kondisi nihil aksi terorisme dalam beberapa tahun terakhir. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang digelar di kediaman pribadinya di Cikeas, Jawa Barat, Rabu (1/7).
Menurut Prabowo, terorisme merupakan salah satu ancaman serius yang mengintai keutuhan bangsa. Namun, ia menekankan bahwa Polri bersama lembaga terkait telah menunjukkan kinerja gemilang dengan menekan angka insiden teror hingga nol. "Serta berhasil mempertahankan nol insiden terorisme dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir," ujar Prabowo di hadapan para petinggi Polri dan tamu undangan.
Selain terorisme, Kepala Negara juga menyoroti tiga bahaya besar lainnya yang menggerogoti Indonesia: narkotika, judi online, dan korupsi. Ia menilai keempat ancaman ini menjadi momok yang menghambat kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat. "Tapi, saya apresiasi keberhasilan Polri bersama lembaga-lembaga lain terus membongkar dan mengungkap ribuan kasus narkotika dan bersama Komdigi memberantas judi online," tegasnya.
Meski memuji capaian tersebut, Prabowo mengingatkan agar seluruh jajaran kepolisian dan aparat negara tidak cepat berpuas diri. Ia menilai tantangan ke depan justru semakin besar, terutama yang berkaitan dengan kemiskinan struktural. "Rakyat kita masih menderita kemiskinan dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, dari penyelundupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal. Karena itu tantangan saudara, tantangan kita semua, masih besar dan masih banyak," paparnya.
Pernyataan Presiden ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi dan kejahatan ekonomi ilegal harus terus digencarkan. Menurut pengamat kepolisian dari Universitas Indonesia, Bambang Widodo, apresiasi Prabowo wajar diberikan, namun publik juga perlu melihat konsistensi penindakan di lapangan. "Nihil terorisme adalah prestasi, tetapi korupsi dan narkoba masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Masyarakat menunggu gebrakan nyata, bukan sekadar seremoni," ujarnya.
Ke depan, tantangan Polri tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membuktikan diri sebagai institusi yang bersih dan profesional. Pertanyaan besarnya: mampukah Polri mempertahankan nihil terorisme sambil memberantas korupsi di internal dan eksternal? Atau justru ancaman baru akan muncul dari celah ekonomi ilegal yang masih subur?



