Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin: Warga Sulit Bernapas, Evakuasi Situasional Diterapkan
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran di TPA Jatiwaringin, Tangerang, menyebabkan puluhan warga mengalami gangguan pernapasan dan sakit tenggorokan akibat paparan asap tebal.
- Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan evakuasi situasional berdasarkan arah angin, dengan 30 KK telah dipindahkan ke tempat pengungsian sementara.
- Tim medis menangani 60 warga, sementara pemadaman terkendala cuaca ekstrem dan akses sulit ke puncak tumpukan sampah.

Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, sejak Rabu (1/7) memaksa puluhan warga mengungsi dan menjalani perawatan medis akibat paparan asap yang menyelimuti permukiman. Keluhan sesak napas, batuk, dan sakit tenggorokan mendominasi laporan warga yang diterima petugas kesehatan di lokasi.
Pemerintah Kabupaten Tangerang menerapkan strategi evakuasi yang menyesuaikan pergerakan angin. Saat angin bertiup ke selatan, warga Desa Tanjakan Mekar dipindahkan ke kantor desa dan rumah ketua RT. Begitu arah angin berubah, mereka diizinkan kembali ke rumah masing-masing. Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, mengatakan sekitar 30 kepala keluarga telah difasilitasi tempat tinggal sementara lengkap dengan kasur, makanan, minuman, dan layanan kesehatan.
Dokter Vina dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melaporkan sedikitnya 60 warga telah mendapat penanganan medis. Sebagian besar pasien mengeluhkan batuk, sesak napas, dan pusing akibat menghirup asap kebakaran. "Kalau asap datang ke sini rasanya makin berat," ujar Siti Hayati, seorang warga yang mengaku pusing, dada sesak, dan sulit tidur sejak kebakaran terjadi.
Bupati Maesyal mengakui cuaca ekstrem dan angin kencang menjadi kendala utama dalam pemadaman. Meski sebagian besar titik api telah dipadamkan, api di area puncak tumpukan sampah masih menyala dan sulit dijangkau armada pemadam. Akibatnya, asap terus mengepul dan terbawa angin ke permukiman warga. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD Provinsi Banten untuk mempercepat penanganan.
Relawan PMI di lokasi terus membagikan masker kepada warga untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan. Langkah ini dinilai penting mengingat paparan asap kebakaran sampah mengandung partikel berbahaya yang dapat memicu iritasi saluran napas dan penyakit jangka panjang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala serupa.
Ke depan, pemerintah perlu mengevaluasi sistem pengelolaan sampah di TPA Jatiwaringin untuk mencegah kebakaran serupa. Pertanyaan yang mengemuka: apakah kapasitas dan infrastruktur pemadaman di lokasi sudah memadai untuk menghadapi kebakaran sampah skala besar? Tanpa perbaikan mendasar, warga akan terus menjadi pihak yang paling dirugikan.



