Conte Rela Gaji Dipotong 50% Demi Timnas Italia, Tapi Tetap Dua Kali Lipat Mancini
Baca dalam 60 detik
- Antonio Conte bersedia menerima pemotongan gaji hingga setengah dari pendapatannya di Napoli demi menukangi Italia, namun nominalnya masih dua kali lipat dari tawaran Roberto Mancini.
- Persaingan kursi pelatih Azzurri memanas setelah Gattuso mundur pasca-kegagalan lolos ke Piala Dunia, sementara FIGC tengah dipimpin presiden baru.
- Keputusan akhir diperkirakan akan diambil setelah rapat dewan federal FIGC, dengan Conte dan Mancini sebagai kandidat utama.

Antonio Conte dikabarkan bersedia menerima pemotongan gaji hingga 50 persen dari pendapatannya di Napoli demi kembali menukangi tim nasional Italia, namun angka tersebut masih dua kali lipat dari yang diminta Roberto Mancini, rival utamanya dalam perebutan kursi pelatih Gli Azzurri.
Persaingan menuju kursi panas timnas Italia kian memanas setelah Gennaro Gattuso mengundurkan diri menyusul kekalahan di play-off Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina pada akhir Maret lalu. Kekalahan itu memperpanjang catatan kelam Italia yang gagal tampil di tiga edisi Piala Dunia berturut-turut, memicu gelombang perubahan di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Presiden FIGC sebelumnya, Gabriele Gravina, juga mengundurkan diri setelah kegagalan tersebut. Posisinya kini digantikan oleh Giovanni Malago yang resmi terpilih awal bulan ini. Malago dijadwalkan memimpin rapat dewan federal pertamanya pada Rabu sore, yang akan membahas sejumlah agenda penting termasuk pemilihan wakil presiden federasi. Namun, di balik itu, diskusi mengenai pelatih kepala dan direktur teknis baru terus bergulir.
Conte, yang pernah menangani Italia pada 2014-2016, tetap menjadi kandidat terdepan. Menurut laporan Calciomercato.com, ia bersedia memprioritaskan timnas Italia meskipun mendapat tawaran menggiurkan dari klub Arab Saudi, Al-Ittihad, dengan gaji mencapai โฌ20 juta per musim. Jumlah itu jauh di atas pendapatan bersihnya saat melatih Napoli yang sebesar โฌ8 juta per tahun, menjadikannya pelatih termahal di Serie A kala itu.
Dengan pemotongan 50 persen, Conte diperkirakan akan menerima gaji sekitar โฌ4 juta per tahun. Namun angka itu masih dua kali lipat dari permintaan Mancini yang hanya โฌ2 juta per musim. Mancini, yang membawa Italia juara Euro 2020, juga disebut-sebut siap kembali ke kursi pelatih setelah dipecat pada 2023.
Keputusan akhir siapa yang akan duduk di bangku pelatih Italia diperkirakan baru akan diumumkan setelah rapat dewan federal FIGC. Malago selaku presiden baru memiliki tugas berat mengembalikan kejayaan Azzurri yang tengah terpuruk. Pertanyaan besarnya, apakah FIGC akan memilih pengalaman Conte yang mahal atau kesetiaan Mancini yang lebih ekonomis? Atau justru keduanya bisa bekerja sama dalam struktur kepelatihan yang baru?



