Inter Milan Ikat Henrikh Mkhitaryan dengan Kontrak Baru, Gaji Dipotong Hampir Setengah
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan resmi memperpanjang kontrak gelandang Henrikh Mkhitaryan hingga 2027, dengan gaji turun dari โฌ3,8 juta menjadi โฌ2 juta per musim.
- Keputusan ini diambil di tengah perombakan skuad Nerazzurri yang melepas empat pemain senior lainnya pada akhir Juni.
- Langkah Inter menunjukkan strategi efisiensi finansial dengan tetap mempertahankan pengalaman di lini tengah.

Inter Milan secara resmi mengumumkan perpanjangan kontrak gelandang veteran Henrikh Mkhitaryan hingga akhir musim 2026-27. Pemain berusia 37 tahun asal Armenia itu sebelumnya akan habis kontrak pada 30 Juni, namun memilih bertahan di Giuseppe Meazza dengan pengurangan gaji yang signifikan.
Menurut laporan yang beredar, Mkhitaryan akan menerima gaji pokok sekitar โฌ2 juta per musim, turun drastis dari โฌ3,8 juta yang ia dapatkan pada kontrak sebelumnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Inter untuk menekan biaya operasional di tengah tekanan finansial yang melanda klub-klub Serie A.
Keputusan Inter mempertahankan Mkhitaryan kontras dengan langkah mereka melepas empat pemain senior lain yang kontraknya juga berakhir pada 30 Juni. Mereka adalah kiper Yann Sommer, bek Stefan De Vrij, Francesco Acerbi, dan Matteo Darmian. Kepergian para pemain ini menandai perombakan besar di skuad asuhan Simone Inzaghi.
Mkhitaryan, yang pernah membela Arsenal dan Manchester United, menunjukkan konsistensi performa meski usianya tidak lagi muda. Musim lalu ia tampil dalam 39 pertandingan di semua kompetisi, menyumbang empat gol dan tiga assist. Perannya sebagai gelandang serang atau gelandang tengah tetap vital bagi keseimbangan tim.
Di lini tengah, Inter masih memiliki nama-nama seperti Nicolo Barella, Petar Sucic, Piotr Zielinski, dan Andy Diouf. Sementara itu, Davide Frattesi dan Aleksandar Stankovic masih terdaftar namun dikabarkan bisa hengkang di bursa transfer musim panas ini. Kehadiran Mkhitaryan memberikan opsi pengalaman dan kreativitas yang dibutuhkan Inzaghi.
โMkhitaryan adalah pemain yang cerdas secara taktik dan mampu membaca permainan dengan baik. Pengalamannya di level tertinggi sangat berharga bagi skuad muda Inter,โ ujar analis sepak bola Italia, Luca Bianchi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Inter ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub besar Eropa beradaptasi dengan regulasi keuangan yang ketat. Keputusan mempertahankan pemain senior dengan gaji lebih rendah bisa menjadi contoh bagi klub-klub di Liga 1 yang kerap menghadapi masalah serupa. Selain itu, Mkhitaryan tetap menjadi salah satu gelandang Asia (Armenia secara geografis berada di kawasan Kaukasus) yang sukses di Eropa, menginspirasi pemain Asia lainnya.
Ke depan, Inter harus memastikan bahwa perombakan skuad tidak mengganggu performa tim. Dengan kepergian beberapa pemain kunci, akankah Mkhitaryan mampu mempertahankan level permainannya di usia 38 tahun nanti? Atau justru Inter akan mencari suksesor muda di bursa transfer berikutnya?



