Hadapi Springboks di Ketinggian, Inggris Optimis Berkat Persiapan Matang
Baca dalam 60 detik
- Timnas rugby Inggris menjalani persiapan khusus selama sepuluh hari di Afrika Selatan untuk beradaptasi dengan ketinggian Ellis Park.
- Pelatih Kevin Sinfield mengaku kondisi fisiknya sudah pulih setelah mengalami penurunan oksigen saat tiba di Johannesburg.
- Setelah laga melawan Afrika Selatan, Inggris masih harus menghadapi Fiji dan Argentina dalam tur musim panas yang padat.

Tim nasional rugby Inggris dipastikan siap secara optimal menghadapi tantangan unik bermain di ketinggian saat melawan juara dunia Afrika Selatan, Sabtu (16/7) mendatang. Pelatih Sir Kevin Sinfield menegaskan bahwa persiapan yang dilakukan sejak sepuluh hari sebelum pertandingan menjadi kunci adaptasi para pemain terhadap kondisi ekstrem Ellis Park, Johannesburg.
Ellis Park, yang berada pada ketinggian hampir 1.800 meter di atas permukaan laut, menyimpan sejarah kelam bagi Inggris. Terakhir kali tim tamu meraih kemenangan di stadion ini adalah pada tahun 1972. Namun, Sinfield optimistis bahwa jadwal keberangkatan yang lebih awal memberikan keuntungan signifikan. "Kami memberi waktu yang dianggap ideal bagi rata-rata orang untuk beradaptasi dengan ketinggian," ujarnya dalam podcast Rugby Union Weekly.
Adaptasi terhadap ketinggian bukanlah perkara sepele. Tekanan udara yang lebih rendah menyebabkan lebih sedikit molekul oksigen masuk ke aliran darah, yang dapat mengganggu performa atlet. Sinfield sendiri merasakan dampaknya langsung. "Tingkat oksigen dalam darah saya langsung turun begitu tiba, cukup untuk membuat alarm di jam tangan dan ponsel saya berbunyi," jelasnya. Namun, setelah lima hari, ia mengaku kondisinya hampir kembali normal.
Jadwal Inggris musim panas ini sangat berat. Setelah menghadapi Springboks, mereka harus terbang pulang untuk melawan Fiji di Liverpool, lalu kembali melintasi khatulistiwa untuk bertemu Argentina di Santiago del Estero. Namun, Sinfield memilih fokus pada laga terdekat. "Saya akan sangat kecewa jika ada satu pun dari 36 pemain kami yang tidak bersemangat akhir pekan ini. Apakah ada yang lebih besar dari ini?" katanya.
Di luar lapangan, Sinfield juga mendapat penghargaan gelar kebangsawanan dalam King's Birthday Honours bulan lalu atas jasanya di rugby league, rugby union, dan komunitas penyakit neuron motorik (MND). Terinspirasi oleh sahabatnya, Rob Burrow, yang meninggal pada 2024 setelah berjuang melawan MND, Sinfield telah mengumpulkan dana lebih dari ยฃ11 juta untuk riset dan dukungan keluarga terdampak. "Saya merasa sangat terharu, karena bagi saya ini hanya tentang berlari untuk seorang teman. Itu saja," ujarnya.
Pada September mendatang, Sinfield akan kembali melakukan tantangan ketahanan '7 in 7: The Grand Finale', berlari antara Hull dan Manchester sambil mengunjungi 12 stadion Super League Inggris. Ia akan menempuh hampir 28 mil setiap hari selama sepekan. "Saya berkomitmen seumur hidup. Saya tidak bisa berlari selamanya, tetapi saya akan terus berlari selama saya bisa," pungkasnya.
Dengan persiapan matang dan semangat tinggi, Inggris berharap dapat memutus kutukan Ellis Park dan memulai Nations Championship dengan kemenangan. Namun, tantangan ketinggian dan kekuatan juara dunia Afrika Selatan tetap menjadi ujian berat yang harus dihadapi.



