Inter dan Napoli Bersaing, Union SG Naikkan Harga Khalaili Jadi €30 Juta
Baca dalam 60 detik
- Union Saint-Gilloise menaikkan banderol Anan Khalaili dari €25 juta menjadi €30 juta setelah Inter dan Napoli menunjukkan minat.
- Inter kehilangan target utama Marco Palestra yang memilih Chelsea, sehingga beralih ke pemain sayap asal Israel tersebut.
- Khalaili diminta mendorong negosiasi dengan menyatakan keinginan pindah ke Italia, sementara Inter juga memantau beberapa alternatif lain.

Persaingan dua klub raksasa Serie A, Inter Milan dan Napoli, untuk mendapatkan pemain sayap kanan Anan Khalaili memasuki babak baru setelah klubnya, Union Saint-Gilloise, secara sepihak menaikkan harga permintaan. Klub asal Belgia itu kini membanderol pemain timnas Israel tersebut dengan nilai €30 juta, naik €5 juta dari angka awal yang dilaporkan sebelumnya, yakni €25 juta.
Kenaikan harga ini langsung menuai reaksi negatif dari kubu Inter, yang tengah berada dalam tekanan untuk segera mengisi posisi bek sayap kanan. Kebutuhan itu muncul setelah dua target utama mereka—Marco Palestra dan Denzel Dumfries—dipastikan hengkang. Dumfries dilaporkan akan bergabung dengan Real Madrid, sementara Palestra, pemain muda Italia yang musim lalu tampil gemilang bersama Cagliari, memilih Chelsea dengan nilai transfer mencapai €60 juta termasuk bonus.
Inter sejatinya telah menyiapkan dana €50 juta untuk Palestra, namun kalah cepat dari daya tawar Chelsea. Kegagalan itu memaksa tim besutan Simone Inzaghi untuk memutar haluan ke Khalaili, yang juga masuk dalam radar Napoli. Namun, keputusan Union SG menaikkan harga disebut-sebut tidak disambut hangat oleh manajemen Inter, apalagi dengan kondisi keuangan klub yang harus dikelola hati-hati.
Hingga saat ini, belum ada satu pun tawaran resmi yang diajukan baik oleh Inter maupun Napoli kepada Union SG. Menurut laporan Corriere dello Sport, negosiasi masih berada pada tahap awal dan kedua klub masih menimbang-nimbang opsi. Surat kabar Italia itu juga menyebut bahwa Khalaili sendiri diminta untuk berperan aktif dalam proses transfer, yakni dengan menyampaikan secara jelas keinginannya untuk berkarier di Italia kepada manajemen Union SG.
Langkah tersebut dinilai krusial karena Union SG tidak akan serta-merta melepas pemain andalannya tanpa adanya desakan dari sang pemain. Khalaili, yang berposisi sebagai gelandang sayap kanan, dianggap memiliki profil yang cocok dengan kebutuhan taktis Inter dan Napoli. Namun, dengan harga yang terus naik, kedua klub mungkin akan mencari alternatif yang lebih terjangkau.
Inter sendiri memiliki beberapa nama lain dalam daftar belanja, seperti Dan Ndoye, Andrea Cambiaso, dan Michael Kayode. Namun, negosiasi untuk ketiga pemain itu diprediksi akan berjalan rumit dan memakan waktu. Sementara itu, Brooke Norton-Cuffy sempat dikaitkan namun belum menjadi target konkret. Opsi lain yang lebih realistis adalah Rafik Belghali dari Hellas Verona, yang saat ini tengah membela timnas Aljazair di Piala Dunia 2026.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, persaingan transfer ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa harus pintar-pintar mencari pemain alternatif ketika target utama gagal direkrut. Selain itu, kehadiran pemain seperti Belghali yang berlaga di Piala Dunia juga bisa menjadi tontonan tersendiri bagi pecinta sepak bola Tanah Air yang mengikuti turnamen empat tahunan tersebut.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah Inter atau Napoli bersedia memenuhi permintaan harga baru Union SG, atau justru akan beralih ke target lain yang lebih murah? Keputusan Khalaili untuk mendorong transfer juga akan menjadi faktor penentu. Jika ia mampu meyakinkan klubnya, bukan tidak mungkin negosiasi akan berjalan lebih mulus. Namun, jika harga tetap menjadi batu sandungan, bursa transfer musim panas ini bisa menjadi ajang perburuan pemain sayap yang semakin sengit.



