Juventus Amankan Striker Muda Italia, Ekhator, dengan Nilai Transfer €18 Juta
Baca dalam 60 detik
- Juventus mencapai kesepakatan dengan Genoa untuk merekrut Jeff Ekhator, striker timnas U-21 Italia, dengan biaya tetap €16 juta plus bonus hingga €2 juta.
- Pemain berusia 19 tahun itu akan menandatangani kontrak lima tahun dengan gaji sekitar €1,3 juta per musim, sementara pemain Next Gen Juventus, David Puzcka, bergerak ke arah sebaliknya.
- Kesepakatan ini membuka jalan bagi Juventus untuk mengintensifkan negosiasi dengan PSG terkait kepulangan Randal Kolo Muani, yang dibanderol €30-40 juta.

Juventus akhirnya memenangkan perburuan striker muda Italia, Jeff Ekhator, setelah mencapai kesepakatan penuh dengan Genoa. Klub asal Turin itu setuju membayar €16 juta di muka plus €2 juta bonus untuk mengamankan jasa pemain berusia 19 tahun tersebut, demikian dilaporkan Tuttosport dan sejumlah media Italia lainnya.
Ekhator, yang musim lalu mencetak tiga gol di Serie A bersama Genoa, dijadwalkan meneken kontrak berdurasi lima tahun dengan gaji sekitar €1,3 juta per musim. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Juventus serius meremajakan lini depan setelah musim yang kurang memuaskan di kompetisi domestik.
Dalam kesepakatan terpisah namun saling terkait, pemain binaan Juventus Next Gen, David Puzcka, akan bergerak ke arah sebaliknya menuju Genoa. Klub yang bermarkas di Stadio Luigi Ferraris itu akan membayar €5 juta plus bonus dan klausul penjualan 10 persen. Beberapa sumber menyebutkan adanya opsi pembelian kembali yang menguntungkan Juventus di masa depan.
Menariknya, Ekhator sebelumnya juga diburu Bologna, Atalanta, dan Real Betis pada awal bursa transfer musim panas ini. Namun, ketiga klub tersebut tidak mampu melampaui angka €15 juta yang diminta Genoa. Juventus, yang sangat membutuhkan amunisi baru di lini depan, bersedia membayar sedikit di atas harga permintaan untuk mempercepat proses negosiasi.
Dengan rampungnya transfer Ekhator, Juventus kini dapat fokus mengejar target utama lainnya: Randal Kolo Muani. Penyerang asal Prancis itu tampil impresif saat dipinjamkan ke Juventus pada paruh kedua musim 2024-25, mencetak rata-rata satu gol setiap dua pertandingan di Serie A. Negosiasi dengan Paris Saint-Germain disebut-sebut memasuki tahap krusial, dengan skema pinjaman dan kewajiban membeli di kisaran €30-40 juta.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Juventus ini menarik untuk dicermati. Klub-klub Italia kerap menjadi barometer bagi pengembangan pemain muda Asia, termasuk Indonesia. Keberanian Juventus menggelontorkan dana besar untuk pemain seusia Ekhator menunjukkan tren perburuan bakat muda yang semakin agresif di Eropa. Jika sukses, model investasi semacam ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub di Asia Tenggara yang mulai serius membangun akademi.
Namun, tekanan tetap membayangi Juventus. Setelah musim lalu gagal bersaing di papan atas Serie A, ekspektasi terhadap duet Ekhator dan Kolo Muani (jadi terealisasi) sangat tinggi. Akankah kombinasi pemain muda dan pengalaman mampu mengembalikan kejayaan Bianconeri? Atau justru menjadi bumerang karena minimnya adaptasi? Bursa transfer musim panas ini akan menjadi jawaban awal.



