Bitcoin Terkoreksi ke $58.700: Institutional Selling dan Aksi Strategy Inc. Tekan Harga
Baca dalam 60 detik
- Harga Bitcoin turun 3% ke $58.700, dipicu oleh arus keluar ETF spot AS senilai $4,1 miliar pada Juni 2026 dan rencana Strategy Inc. menjual BTC hingga $1,25 miliar.
- Goldman Lampe Private Bank dari UAE justru membeli โฌ120 juta Bitcoin saat koreksi, menandakan divergensi strategi institusi.
- Level support $58.100 menjadi kunci; jika ditembus, Bitcoin berpotensi turun ke $56.000, namun oversold bisa memicu konsolidasi.

Bitcoin kembali tertekan ke level $58.700, kehilangan 3% dalam 24 jam terakhir, seiring gelombang aksi jual institusional yang tak kunjung reda. Penurunan ini terjadi di tengah pelemahan pasar saham AS dan aksi ambil untung oleh pemegang besar.
Data menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih lebih dari $4,1 miliar sepanjang Juni 2026. Produk unggulan BlackRock, IBIT, kehilangan $300 juta hanya pada 30 Juni. Lonjakan outflow ini mengindikasikan pergeseran sentimen dari akumulasi menjadi distribusi di kalangan investor institusi.
Di sisi lain, Goldman Lampe Private Bank, bank swasta asal Uni Emirat Arab, justru mengambil posisi kontrarian. Lembaga itu mengumumkan pembelian sekitar โฌ120 juta Bitcoin saat harga terkoreksi. Abdullah Hamad Al Shamsi, Ketua Dewan Direksi Goldman Lampe, menyebut koreksi ini sebagai peluang bagi institusi untuk menambah alokasi aset digital. Menurutnya, Bitcoin akan tetap menunjukkan ketahanan sebagai penyimpan nilai dan aset strategis.
Namun, aksi beli tersebut tidak mampu mengimbangi tekanan jual dari pelaku pasar lain. Strategy Inc., perusahaan treasury korporat, mengumumkan rencana penjualan BTC senilai hingga $1,25 miliar untuk membangun cadangan kas. Langkah ini menambah pasokan bersih sekitar $4,4 miliar dalam sebulan, melampaui permintaan organik yang ada.
Akibat tekanan jual yang masif, likuidasi posisi leverage long terjadi besar-besaran. Dalam 24 jam terakhir, $100,12 juta posisi BTC dilikuidasi, dengan $89,56 juta berasal dari posisi long. Aksi forced selling ini mempercepat penurunan harga, memperkuat momentum bearish.
Secara teknikal, Bitcoin saat ini diperdagangkan di bawah semua rata-rata pergerakan utama, dengan 7-day SMA di $60.430 dan RSI mendekati 34 yang mengindikasikan kondisi oversold. Level kritis terdekat adalah swing low di $58.100. Jika level ini bertahan, konsolidasi antara $58.100 dan $60.430 mungkin terjadi. Namun, jika tembus, target berikutnya adalah level Fibonacci di $56.000.
Bagi investor Indonesia, pergerakan Bitcoin ini patut dicermati mengingat adopsi kripto di Tanah Air yang terus tumbuh. Meski regulasi masih ketat, volatilitas Bitcoin kerap mempengaruhi sentimen pasar aset kripto lokal. Pelemahan ini bisa menjadi peluang akumulasi bagi investor ritel yang memiliki toleransi risiko tinggi, namun tetap waspada terhadap potensi penurunan lebih lanjut.
Ke depan, arah pergerakan Bitcoin sangat bergantung pada arus ETF. Selama outflow masih mendominasi, tekanan jual diperkirakan berlanjut. Apakah aksi beli dari institusi seperti Goldman Lampe mampu membalikkan tren? Atau justru aksi jual Strategy Inc. akan memperdalam koreksi? Pasar menunggu sinyal konfirmasi dari level teknis dan data aliran dana institusional.



