Krisis Bek Kanan Inggris: Dua Pemain Absen Latihan Jelang Lawan DR Kongo
Baca dalam 60 detik
- Jarell Quansah dan Reece James tidak mengikuti sesi latihan terakhir Inggris menjelang laga 32 besar Piala Dunia melawan DR Kongo, memperparah masalah di posisi bek kanan.
- Quansah mengalami cedera pergelangan kaki saat melawan Panama, sementara James masih dalam pemulihan cedera hamstring, membuat peluang keduanya tampil pada Rabu diragukan.
- Pelatih Thomas Tuchel kini hanya memiliki Djed Spence dan Ezri Konsa sebagai opsi di bek kanan, dengan Trent Alexander-Arnold yang sudah lama tersingkir dari skema tim.

Masalah cedera di lini belakang Inggris kembali menghantui menjelang laga hidup mati di Piala Dunia. Dua pemain andalan di posisi bek kanan, Jarell Quansah dan Reece James, dipastikan absen dalam sesi latihan terakhir timnas Inggris, Selasa (3/7/2025), sehari sebelum pertandingan babak 32 besar melawan Republik Demokratik Kongo.
Quansah, yang baru saja menjalani debut Piala Dunia saat menggantikan James, harus ditarik keluar pada menit ke-63 saat Inggris mengalahkan Panama 2-0 di laga pamungkas grup, akibat cedera pergelangan kaki. Posisinya digantikan oleh Djed Spence. Sementara itu, James masih bergelut dengan cedera hamstring yang ia derita saat Inggris bermain imbang 0-0 melawan Ghana di pertandingan kedua grup.
Pelatih Thomas Tuchel sebelumnya sempat menyatakan James memiliki peluang untuk tampil melawan DR Kongo. Namun, fakta bahwa pemain Chelsea itu belum kembali berlatih sejak cedera membuat kemungkinan tersebut semakin tipis. Situasi ini memicu pertanyaan mengenai keseimbangan komposisi skuad yang dibawa Tuchel ke turnamen ini.
Masalah di posisi bek kanan sebenarnya sudah terlihat sejak sebelum turnamen dimulai. Bek Newcastle, Tino Livramento, mundur dari skuad pada malam sebelum pertandingan pertama Inggris karena cedera betis. Sebagai gantinya, Trevoh Chalobah dipanggil masuk. Namun, Tuchel menegaskan Chalobah diproyeksikan sebagai bek tengah, bukan bek kanan. Dengan demikian, Quansah dan Spence-lah yang diandalkan untuk menutup posisi full-back.
Spence sendiri telah menunjukkan fleksibilitasnya. Pemain Tottenham itu sempat bermain sebagai bek kiri pada 10 menit terakhir kemenangan atas Kroasia, posisi yang ia mainkan di klub sepanjang musim lalu. Ia kemudian menjadi starter di laga melawan Ghana sebagai bek kiri, sebelum akhirnya dipindahkan ke kanan menggantikan Quansah. Tuchel kemungkinan akan kembali mempercayakan posisi bek kanan kepada Spence, atau beralih ke bek Aston Villa, Ezri Konsa.
Konsa, yang kini berusia 28 tahun, telah menjadi salah satu pemain paling tepercaya Tuchel sejak pelatih asal Jerman itu mengambil alih tim pada Januari 2025. Ia bahkan memulai debutnya di timnas Inggris sebagai bek kanan saat melawan Brasil pada 2024, di bawah asuhan Gareth Southgate. Kala itu, Southgate memuji penampilannya dalam mengawal Vinicius Jr. Pengalaman ini membuat Konsa menjadi opsi yang matang di saat krisis.
Di sisi lain, nama Trent Alexander-Arnold, yang sempat menjadi andalan di posisi tersebut, kini semakin terpinggirkan. Bek Real Madrid itu hanya sekali bermain di bawah Tuchel karena cedera dan tidak masuk dalam skuad yang dibawa ke Piala Dunia kali ini. Keputusan Tuchel untuk tidak menyertakan Alexander-Arnold pun kembali menjadi sorotan di tengah krisis bek kanan yang melanda Inggris.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi ini menjadi pengingat betapa pentingnya kedalaman skuad di turnamen besar. Inggris, yang kerap dianggap memiliki materi pemain melimpah, justru kesulitan di satu posisi spesifik. Laga melawan DR Kongo pada Rabu akan menjadi ujian nyata bagi Tuchel dalam meracik komposisi tim. Apakah Spence atau Konsa mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Quansah dan James? Atau akankah Tuchel memutar otak dengan formasi alternatif? Jawabannya akan terungkap di lapangan.



