Ronaldo Beri Penghormatan untuk Modric Usai Singkirkan Kroasia: 'Kamu Legenda Sejati'
Baca dalam 60 detik
- Portugal menyingkirkan Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia 2026 lewat gol penalti Ronaldo dan gol telat Gonçalo Ramos.
- Ronaldo memuji Modric sebagai legenda sepak bola dan berharap mantan rekan setimnya di Real Madrid itu terus bermain.
- Modric kini tanpa klub setelah kontraknya dengan Milan habis, dan pelatih baru Ruben Amorim akan membahas masa depannya.

Portugal memastikan langkahnya ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kroasia 2-1 di laga yang berlangsung Kamis (2/7/2026) malam. Namun di balik kemenangan itu, momen paling mengharukan justru terjadi seusai pertandingan: Cristiano Ronaldo memeluk Luka Modric, mantan rekan setimnya di Real Madrid, dan melontarkan pujian setinggi langit untuk sang gelandang Kroasia.
Ronaldo menjadi penyeimbang kedudukan lewat eksekusi penalti di babak kedua, sebelum Gonçalo Ramos—pemain anyar AC Milan—menyambar umpan silang Rafael Leao untuk memastikan kemenangan di menit akhir. Kekalahan ini sekaligus mengakhiri perjalanan Modric di Piala Dunia; gelandang berusia 40 tahun itu dipastikan tak akan tampil lagi di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Dalam wawancara dengan Fox Sports usai laga, Ronaldo mengungkapkan apa yang ia bisikkan kepada Modric. “Saya bermain dengan Luka selama bertahun-tahun, usia kami hampir sama. Dia adalah legenda sepak bola, masih bermain dengan kualitas luar biasa. Saya hanya bilang, 'Selamat atas segalanya, aku senang bertemu lagi, semoga yang terbaik untuk kariermu ke depan. Sangat menyenangkan bisa bermain melawannya sekali lagi,'” ujar Ronaldo, yang juga pernah membela Juventus.
Penghormatan itu berlanjut di zona campuran, di mana Ronaldo menambahkan, “Saya harap dia terus bermain.” Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa meski bersaing di lapangan, rasa hormat di antara dua pemain terhebat generasi mereka tak pernah pudar.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, duel dua legenda ini mengingatkan pada rivalitas klasik Portugal vs Kroasia yang kerap menyajikan drama. Namun yang lebih menarik adalah nasib Modric selanjutnya. Secara teknis, ia kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya dengan Milan kedaluwarsa pada 30 Juni. Pelatih anyar Rossoneri, Ruben Amorim, dikabarkan akan mengadakan pembicaraan dalam waktu dekat untuk mengevaluasi apakah sang gelandang masih ingin bermain semusim lagi di San Siro.
Keputusan Modric akan berdampak pada peta persaingan Serie A musim depan. Jika memutuskan pensiun, dunia sepak bola kehilangan salah satu pengatur serangan terbaik; jika bertahan, Milan mendapat suntikan pengalaman berharga di lini tengah. Ronaldo sendiri, yang kini bermain untuk Al Nassr, tampaknya akan terus mendukung keputusan mantan rekannya itu.
Portugal selanjutnya akan menghadapi Spanyol di babak 16 besar, Senin depan. Tanpa Modric, Kroasia harus memulai era baru. Pertanyaan besarnya: akankah Luka Modric memilih gantung sepatu atau memberikan satu musim terakhir yang gemilang bersama Milan?



