Inter Milan Ganti Strategi di Bursa Transfer: Incar Chalobah dan Jones Usai Gagal Dapatkan Palestra
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan kehilangan Marco Palestra yang direbut Chelsea, sehingga mengalihkan incaran ke Trevoh Chalobah dan Curtis Jones.
- Klub Italia itu juga menghadapi kendala harga mahal untuk Jones (£35 juta) dan Chalobah (€30 juta), serta persaingan ketat dari Napoli dan Nottingham Forest.
- Kegagalan di bursa transfer ini bisa memengaruhi daya saing Inter di Serie A dan Liga Champions musim depan.

Inter Milan terpaksa merombak total rencana belanja pemain mereka setelah beberapa target utama gagal direkrut pada bursa transfer musim panas ini. Kekalahan paling menyakitkan adalah kehilangan Marco Palestra, bek muda yang nyaris bergabung sebelum Chelsea mencaploknya di menit akhir. Kini, Nerazzurri mengalihkan fokus ke pemain Chelsea, Trevoh Chalobah, dan gelandang Liverpool, Curtis Jones, meski kedua pemain itu dibanderol dengan harga selangit.
Menurut laporan Il Corriere dello Sport, kebutuhan teknis Inter tidak berubah meski nama pemain berganti. Pelatih Cristian Chivu membutuhkan bek sayap kanan untuk menggantikan Denzel Dumfries yang hengkang, dua bek tengah setelah kepergian Francesco Acerbi dan Stefan de Vrij, serta seorang gelandang baru untuk menyegarkan lini tengah—terlebih Davide Frattesi berpotensi dijual. Situasi ini memaksa direktur olahraga Piero Ausilio bekerja ekstra keras di sisa bursa.
Di sektor sayap, Inter sempat melirik Anan Khalaili dari Union Saint-Gilloise, tetapi mereka terlambat bergerak. Napoli sudah lebih dulu menjalin kesepakatan dengan pemain Israel itu dan agennya. Negosiasi dengan klub Belgia pun macet karena mereka membanderol Khalaili minimal €25 juta. Keraguan juga muncul soal kesiapan Khalaili mengisi posisi yang ditinggalkan Dumfries, yang selama ini menjadi andalan di sisi kanan pertahanan Inter.
Di lini pertahanan, nama Trevoh Chalobah kembali masuk radar Inter setelah tiga musim terakhir selalu dikaitkan. Bek Inggris itu baru saja menjalani musim gemilang dan mendapat panggilan timnas untuk Piala Dunia. Namun, Chelsea mematok harga sekitar €30 juta plus bonus—angka yang membuat Inter berpikir ulang. Como sempat mengajukan tawaran €25 juta, tetapi langsung ditolak. Chalobah sendiri dikabarkan terbuka pindah untuk mendapat menit bermain reguler.
Sementara itu, di lini tengah, Curtis Jones tetap menjadi pilihan utama Ausilio. Gelandang Liverpool itu dianggap ideal untuk menambah kreativitas dan energi di lini tengah Inter. Namun, The Reds membanderolnya £35 juta, angka yang terlalu tinggi bagi Nerazzurri. Inter berharap keinginan pribadi Jones untuk pindah bisa membuat Liverpool menurunkan harga. Situasi ini semakin rumit karena Nottingham Forest juga ikut memburu Jones, sembari mempertimbangkan untuk merekrut Frattesi dari Inter.
Di posisi kiper, Inter sudah menyiapkan rencana cadangan dengan mengincar Ivan Provedel dari Lazio. Kesepakatan awal senilai €3 juta sudah tercapai, tetapi masih menunggu restu presiden Lazio, Claudio Lotito. Provedel akan menjadi pelapis Josep Martínez yang diplot sebagai kiper utama musim depan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kegagalan Inter mendatangkan pemain incaran bisa berdampak pada performa tim di Serie A dan Liga Champions. Jika tidak ada tambahan pemain berkualitas, Nerazzurri berisiko tertinggal dari rival seperti Juventus dan AC Milan yang lebih agresif di bursa. Apakah Ausilio mampu menemukan solusi di menit-menit akhir bursa?



