XRP Terjebak di Bawah $2: Analis Pasang Target Realistis di $1,50
Baca dalam 60 detik
- Harga XRP stagnan di kisaran $1,04 dengan volume perdagangan melonjak 22%, namun sentimen pasar masih rapuh akibat ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter.
- Ripple memiliki lebih dari 300 mitra institusi, tetapi mayoritas hanya menggunakan RippleNet tanpa benar-benar memakai token XRP, sehingga pertumbuhan jaringan belum sepenuhnya mendorong permintaan aset.
- CEO Ripple, Brad Garlinghouse, mengkritik strategi akumulasi Bitcoin bergaya MicroStrategy, memperkuat posisi XRP sebagai aset berbasis utilitas untuk pembayaran riil.

Harga Ripple (XRP) masih bergulat di bawah level psikologis $2, tanpa katalis yang cukup kuat untuk mendorong momentum bullish dalam waktu dekat. Pada perdagangan Selasa, aset digital ini bertengger di $1,04, turun tipis dari $1,05 sehari sebelumnya, meskipun volume transaksi harian melonjak 22% menjadi sekitar $1,63 miliar. Kapitalisasi pasar XRP tercatat sekitar $65 miliar, menandakan bahwa minat investor masih ada, namun belum cukup untuk menembus resistensi utama.
Sejumlah analis kripto yang disurvei memperkirakan potensi rebound, tetapi mereka membatasi target harga jangka pendek di $1,50โsekitar 43% di atas harga acuan saat ini. Angka ini jauh dari ambisi sebagian investor yang membayangkan XRP kembali ke $2. Menurut para pengamat, tanpa adanya eskalasi konflik baru di Timur Tengah atau kenaikan suku bunga mendadak oleh Federal Reserve AS, target $1,50 masih masuk akal. Namun, jika tekanan jual berlanjut, tembusnya level support $1 bisa menjadi mimpi buruk bagi pemegang XRP yang portofolionya sudah tergerus sejak perang Gaza melanda pasar kripto tahun lalu.
Di balik pergerakan harga yang lesu, Ripple terus memperluas jejak pembayaran lintas batasnya. Perusahaan kini mengklaim memiliki lebih dari 300 mitra institusi, termasuk bank-bank besar di berbagai negara. Namun, laporan dari Bitcoinist.com mengungkapkan bahwa jumlah mitra tersebut kerap disalahartikan. Sebagian besar bank hanya menggunakan teknologi pesan RippleNet untuk memfasilitasi transaksi, tanpa benar-benar menyimpan atau menyelesaikan pembayaran dalam token XRP. Akibatnya, pertumbuhan jaringan tidak secara otomatis mendorong permintaan langsung terhadap aset digital tersebut.
Fenomena ini menjadi realitas netral yang perlu dicermati investor. Para analis menegaskan bahwa tesis investasi XRP seharusnya bertumpu pada bukti utilitas token dalam penyelesaian transaksi, bukan sekadar daftar kemitraan perusahaan. Ke depan, adopsi XRP yang sesungguhnya harus diukur dari arus on-chain yang berasal dari hubungan institusional tersebut. Bagi pasar Indonesia, di mana adopsi kripto terus meningkat dan regulator mulai menyusun kerangka hukum yang lebih jelas, pemahaman tentang korelasi antara kemitraan dan permintaan token menjadi krusial. Investor lokal perlu jeli membedakan antara sekadar penggunaan infrastruktur Ripple dan penggunaan langsung XRP sebagai alat bayar.
Dalam perkembangan lain, CEO Ripple Brad Garlinghouse secara terbuka mengkritik pendiri MicroStrategy, Michael Saylor, yang dikenal gencar mengakumulasi Bitcoin dengan leverage. Garlinghouse menyebut strategi tersebut sebagai "rekayasa keuangan" yang spekulatif, dan menekankan bahwa nilai jangka panjang kripto harus berasal dari utilitas nyata dan adopsi institusional untuk pembayaran dunia nyata. Pernyataan ini memperkuat narasi Ripple sebagai blockchain untuk penggunaan perusahaan, sekaligus memicu perdebatan tentang tujuan fundamental aset kripto. XRP pun tetap menjadi pusat diskusi mengenai masa depan mata uang digitalโapakah akan didominasi oleh penyimpan nilai spekulatif atau alat tukar fungsional.
Ke depan, lintasan harga XRP akan dibentuk oleh penyempurnaan teknis dan fokus yang semakin dalam pada utilitas riil, di tengah sorotan pasar terhadap sejauh mana kemitraan mampu diterjemahkan menjadi permintaan nyata. Pertanyaan yang menggantung: akankah XRP mampu membuktikan diri sebagai aset pembayaran yang tak tergantikan, atau justru kalah pamor oleh kripto-kripto lain yang lebih spekulatif?



