Rooney Desak Mainoo Tampil Lawan DR Congo: Pilihan Tepat di Lini Tengah?
Baca dalam 60 detik
- Wayne Rooney menilai Kobbie Mainoo lebih cocok mengisi lini tengah Inggris ketimbang Elliot Anderson pada laga 32 besar Piala Dunia melawan DR Congo.
- Mainoo belum mendapat menit bermain di fase grup, sementara Anderson yang akan hengkang ke Man City dengan rekor transfer tampil penuh di tiga laga awal.
- Keputusan pelatih Thomas Tuchel memainkan Jordan Henderson yang lebih senior di laga kontra Panama menuai kritik dari Emile Heskey.

Mantan kapten timnas Inggris, Wayne Rooney, secara terbuka mendorong pelatih Thomas Tuchel untuk memberikan kesempatan kepada Kobbie Mainoo sebagai starter saat The Three Lions menghadapi Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia, Rabu (17/5) waktu setempat. Menurut Rooney, gelandang Manchester United berusia 21 tahun itu memiliki keunggulan teknis yang tidak dimiliki Elliot Anderson, terutama dalam situasi sempit di lini tengah.
Mainoo sejauh ini belum mencatatkan satu pun menit bermain di Piala Dunia edisi kali ini. Pemain yang sempat kehilangan tempat di skuad utama Setan Merah di bawah asuhan Ruben Amorim itu baru kembali bersinar setelah Michael Carrick mengambil alih kursi pelatih. Ia tampil dalam empat laga uji coba terakhir Inggris, namun gagal menembus bangku cadangan pada tiga pertandingan fase grup.
Sebaliknya, Anderson yang dikabarkan akan segera bergabung dengan Manchester City dari Nottingham Forest dengan nilai transfer memecahkan rekor klub sebesar 116 juta poundsterling, justru menjadi pilihan utama Tuchel di Grup L. Gelandang 22 tahun itu tampil penuh dalam tiga laga awal, menunjukkan konsistensi yang membuatnya dipercaya mengisi posisi gelandang tengah.
Dalam acara The Wayne Rooney Show, legenda Manchester United itu mengungkapkan pilihan lini tengah idealnya: Declan Rice sebagai gelandang bertahan, ditopang Mainoo dan Jude Bellingham. "Mainoo bisa memberikan keseimbangan, tapi keunggulan terbesarnya adalah kemampuannya bermain di ruang sempit. Kakinya lincah dan ia punya umpan-umpan pendek yang akurat. Saya rasa hanya dia yang mampu melakukan itu di area sempit," ujar Rooney.
Pendapat Rooney diamini oleh mantan striker timnas Inggris, Emile Heskey, yang mengkritik keputusan Tuchel memainkan Jordan Henderson yang sudah berusia 36 tahun untuk menutup laga kontra Panama. "Saya terkejut Henderson masuk skuad. Untuk mengamankan kemenangan, Anda memanggil pemain berusia 30-an, bukan yang 20-an. Mainoo mungkin punya tiga turnamen lagi di depannya. Saya tidak yakin bagaimana perasaannya sebagai Kobbie Mainoo," kata Heskey.
Rooney juga menyinggung potensi risiko transfer besar Anderson, mengingatkan kasus Kalvin Phillips dan Jack Grealish yang kesulitan beradaptasi setelah pindah dengan harga mahal. "Dia pemain fantastis. Saya kecewa Manchester United tidak mendapatkannya, tapi kita sudah melihat pemain dengan harga besar kadang tidak cocok," tambahnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perdebatan ini menyoroti dilema klasik antara pengalaman dan potensi muda dalam turnamen besar. Dengan jadwal padat dan tekanan tinggi, keputusan Tuchel pada laga nanti akan menjadi ujian bagi strategi jangka pendek versus pembangunan tim ke depan.
Pertandingan Inggris vs DR Congo akan berlangsung pukul 17.00 BST dan disiarkan langsung oleh BBC One. Akankah Tuchel mendengarkan saran Rooney? Atau tetap mempertahankan Anderson yang sudah terbukti? Jawabannya akan terlihat di lapangan.



