Bursa Transfer Memanas: Nottingham Forest Ungguli Napoli dalam Perburuan Lucas Bergvall
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest memimpin perburuan gelandang Tottenham Lucas Bergvall setelah tawaran awal โฌ50 juta ditolak.
- Dana segar dari rekor penjualan Elliot Anderson ke Manchester City membuat Forest mampu memecahkan rekor transfer klub.
- Meski Bergvall dianggap sebagai talenta muda potensial, data statistik menunjukkan ia belum sebanding dengan produktivitas Anderson.

Nottingham Forest memantapkan posisi sebagai kandidat terdepan untuk mengamankan jasa Lucas Bergvall dari Tottenham Hotspur, setelah tawaran awal senilai โฌ50 juta (ยฃ43 juta) ditolak klub London Utara tersebut. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Forest serius membangun kembali skuad pasca kepergian Elliot Anderson ke Manchester City dengan rekor transfer.
Menurut jurnalis Sky Sports Gianluca Di Marzio, seperti dikutip Sport Witness, Forest unggul atas Napoli dalam perburuan pemain berusia 20 tahun itu berkat kondisi finansial yang lebih baik. Tottenham sendiri telah menetapkan harga minimal โฌ50 juta untuk Bergvall, angka yang jika terbayar akan memecahkan rekor transfer termahal Forest saat ini. โTottenham baru saja menolak โฌ50 juta, kemungkinan dari klub Inggris, kemungkinan Nottingham Forest. Saya rasa mereka tidak akan turun di bawah ambang itu,โ ujar Di Marzio.
Kepergian Anderson ke City dengan nilai transfer yang tidak disebutkan namun dikabarkan memecahkan rekor, memberi Forest anggaran belanja yang menggiurkan. Namun, menggantikan kontribusi Anderson bukanlah perkara mudah. Gelandang internasional Inggris itu tercatat sebagai pemain dengan recovery terbanyak di antara gelandang di lima liga top Eropa musim lalu. Aspek tanpa bola inilah yang menjadi prioritas utama Forest, dan Bergvall dinilai memiliki gaya pressing yang cocok dengan filosofi yang diterapkan Ange Postecoglou di Tottenham.
Meski demikian, analisis statistik menunjukkan bahwa Bergvall belum bisa menjadi pengganti langsung Anderson. Musim lalu, Anderson unggul dalam ancaman serangan, jumlah recovery dua kali lipat lebih banyak, dan tingkat keberhasilan duel yang jauh lebih baik. Bergvall, yang disebut Di Marzio sebagai โtalentaโ namun belum matang, masih perlu waktu untuk berkembang. Forest pun dihadapkan pada dilema: mengeluarkan dana besar untuk potensi jangka panjang atau mencari opsi lain yang lebih siap.
Bursa transfer musim panas ini diprediksi akan menjadi ajang pembuktian bagi Forest. Dengan dana melimpah dan kebutuhan mendesak, keputusan merekrut Bergvall atau tidak akan menentukan arah klub di Premier League musim depan. Apakah Forest akan memecahkan rekor transfer demi seorang pemain muda yang masih perlu diasah, atau mengalihkan incaran ke nama lain yang lebih matang? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa pekan ke depan.



