Tottenham Punya 'Neymar Inggris' di Dalam Rumah, Perlukah Keluarkan £90 Juta untuk Kroupi?
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga £90 juta untuk merekrut penyerang Bournemouth, Eli Junior Kroupi, yang musim lalu mencetak 13 gol di Premier League.
- Namun, Spurs sejatinya memiliki talenta muda serupa bernama Mikey Moore—julukan 'Neymar Inggris'—yang baru saja menjalani masa peminjaman impresif di Rangers dengan torehan 7 gol dan 4 assist.
- Keputusan Tottenham untuk berinvestasi pada pemain mahal atau mengoptimalkan bakat akademi sendiri akan menjadi ujian bagi strategi transfer klub di bawah arahan Roberto De Zerbi.

Lima pekan setelah memastikan diri bertahan di Premier League dengan susah payah, Tottenham Hotspur tiba-tiba berubah menjadi salah satu pembelanja paling agresif di bursa transfer musim panas ini. Klub yang finis di peringkat ke-17 musim lalu itu telah mengeluarkan lebih dari £200 juta untuk mendatangkan Sandro Tonali (£100 juta) dan Mateus Fernandes (£85 juta), dan kini membidik penyerang Bournemouth, Eli Junior Kroupi, dengan banderol mencapai £90 juta. Namun, di tengah hiruk-pikuk perburuan bintang muda Prancis itu, muncul pertanyaan: apakah Spurs benar-benar perlu mengeluarkan dana sebesar itu jika mereka sudah memiliki Mikey Moore, pemain akademi yang dijuluki 'Neymar Inggris'?
Kroupi, 19 tahun, memang mencuri perhatian setelah mencetak 13 gol di musim perdananya bersama Bournemouth—rekor terbanyak untuk remaja di Premier League. Kecepatan, ketajaman di depan gawang, dan fleksibilitasnya bermain di berbagai posisi serang membuatnya diburu sejumlah klub top Eropa, termasuk Arsenal dan Liverpool. Daniel Sturridge, mantan penyerang Liverpool, bahkan menyebut Kroupi sebagai "salah satu finisher terbaik di Premier League." Namun, dengan harga yang diminta Bournemouth, Tottenham harus berpikir dua kali.
Di sisi lain, Spurs memiliki Mikey Moore, pemain berusia 18 tahun yang baru kembali dari masa peminjaman di Rangers. Di Skotlandia, Moore mencatatkan tujuh gol dan empat assist, dengan performa yang terus meningkat sepanjang musim. Scout Jacek Kulig pernah menjulukinya "Neymar Inggris" pada Mei 2024, sementara gelandang Tottenham James Maddison juga membandingkan gaya bermain Moore dengan bintang Brasil tersebut setelah melihat aksinya di Eropa. Moore dikenal lincah, cerdas dalam ruang sempit, dan mampu bermain sebagai sayap kiri, gelandang serang, atau second striker—persis seperti Kroupi.
Perbandingan antara Kroupi dan Moore bukan sekadar soal angka. Keduanya memiliki profil yang nyaris identik: cepat, lincah, dan mampu menjadi mimpi buruk bagi bek lawan. Scout Como, Ben Mattinson, pada 2024 memuji Moore sebagai pemain yang bisa memberikan "momen-momen magis" di berbagai posisi, mengurangi ketergantungan pada James Maddison yang mulai menua dan rentan cedera. Mattinson menekankan bahwa kecerdasan Moore dalam membaca permainan membuatnya cocok sebagai solusi internal jangka panjang.
Keputusan Tottenham untuk mengejar Kroupi atau memaksimalkan potensi Moore akan menjadi cerminan strategi klub di bawah Roberto De Zerbi. Di satu sisi, mendatangkan pemain siap pakai seperti Kroupi bisa langsung meningkatkan daya gedor tim. Namun, dengan sejarah investasi pemain muda yang menguntungkan—seperti penjualan Luka Vuskovic ke Brighton seharga £50 juta dan potensi keuntungan dari Lucas Bergvall—Spurs seharusnya tidak ragu memberikan kesempatan kepada produk akademinya sendiri.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan antara klub-klub Premier League dalam merekrut bakat muda seperti Kroupi dan Moore bisa menjadi tontonan menarik. Namun, yang lebih relevan adalah bagaimana klub-klub besar mulai melirik pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai pasar potensial. Jika Tottenham berhasil mengorbitkan Moore, hal itu bisa membuka jalan bagi lebih banyak pemain muda dari kawasan ini untuk menembus Premier League.
Moore sendiri dikabarkan akan kembali dipinjamkan ke Rangers musim depan, sementara Tottenham terus menjalin komunikasi dengan agen Kroupi. Pertanyaannya, apakah Spurs bersedia menunggu Moore matang, atau memilih jalan pintas dengan mengeluarkan £90 juta? Jawabannya akan menentukan arah kebijakan transfer klub dalam beberapa musim ke depan.



