Direktur Baru Juventus Buka Suara soal Masa Depan Vlahovic dan Buruan Bek Kolombia
Baca dalam 60 detik
- Giovanni Carnevali mengaku belum pernah bicara langsung dengan Dusan Vlahovic, meski peluang perpanjangan kontrak tetap terbuka.
- Negosiasi pertukaran Fabio Miretti dengan Jhon Lucumi dari Bologna terhambat selisih harga dan keyakinan Juventus pada pemain mudanya.
- Bek Bosnia Tarik Muharemovic, yang 50 persen haknya masih dimiliki Juventus, masuk radar Bianconeri setelah dilepas ke Sassuolo.

Direktur anyar Juventus, Giovanni Carnevali, secara terang-terangan mengakui bahwa ia belum pernah berdialog langsung dengan Dusan Vlahovic, meski pintu negosiasi kontrak baru belum tertutup rapat. Pernyataan itu disampaikan Carnevali di sela-sela acara pembukaan bursa transfer Serie A, sekaligus memberi gambaran awal tentang strategi transfer klub raksasa Turin tersebut.
Carnevali, yang sebelumnya menjabat CEO Sassuolo, mengambil alih posisi Damien Comolli dalam beberapa pekan terakhir. Dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, ia mengupas sejumlah nama yang menjadi sorotan, termasuk Vlahovic yang kontraknya akan berakhir pada 30 Juni. Striker asal Serbia itu telah ditawari perpanjangan dengan gaji lebih rendah, namun hingga kini belum ada titik terang. “Secara pribadi, saya belum pernah bicara dengannya. Apa pun bisa terjadi di sepak bola, mungkin ada peluang besok yang tidak ada hari ini. Dia pemain penting, tapi saat ini dia tidak dalam pemikiran kami,” ujar Carnevali.
Selain Vlahovic, Carnevali juga membahas potensi pertukaran pemain dengan Bologna yang melibatkan gelandang Fabio Miretti dan bek Jhon Lucumi. Bologna disebut masih meminta tambahan €2 juta dari nilai yang ditawarkan Juventus untuk Miretti. Namun, Carnevali menegaskan bahwa klub tidak dalam posisi terdesak untuk menjual. “Saya pikir saat ini belum ada kondisi yang tepat untuk melepasnya, apalagi kami tidak perlu melakukan penjualan sekarang. Hal yang sama berlaku untuk Lucumi, yang memiliki klausul rilis €28 juta. Dia pemain penting dan bisa menarik minat kami, tapi tidak dengan syarat seperti ini,” tegasnya.
Bek asal Kolombia itu saat ini tengah berlaga di Piala Dunia dan sudah lama dikaitkan dengan kepindahan ke Juventus. Namun, sikap Carnevali mengindikasikan bahwa Bianconeri tidak akan terburu-buru memenuhi permintaan Bologna.
Nama lain yang masuk radar adalah Tarik Muharemovic, bek muda Bosnia yang pernah menimba ilmu di akademi Juventus. Situasinya unik: Juventus menjual Muharemovic ke Sassuolo pada 2025 seharga €2 juta dengan klausul 50 persen hak ekonomi. Ironisnya, Carnevali adalah direktur yang menegosiasikan kesepakatan itu dari kubu Sassuolo, dan kini ia berada di sisi seberang meja. “Muharemovic adalah pemain yang saya kenal betul, kami tahu kemampuannya dan potensi besarnya. Kami harus memikirkan tawaran yang ada, karena kami masih memiliki 50 persen haknya. Kami akan evaluasi peluang, terutama jika ada tawaran dari luar negeri, tapi pada saat yang sama kami memantaunya karena dia bisa menarik bagi Juventus,” jelas Carnevali.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika bursa transfer Juventus ini menarik dicermati karena beberapa pemain yang disebut—seperti Vlahovic dan Lucumi—pernah dikaitkan dengan klub-klub Eropa yang kerap menjadi tujuan pemain Timnas Indonesia. Selain itu, strategi Juventus yang mempertahankan hak ekonomi pemain muda seperti Muharemovic bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia dalam mengelola aset pemain.
Ke depan, keputusan Juventus soal Vlahovic akan menjadi indikator arah kebijakan klub: apakah akan mempertahankan pemain bintang dengan gaji tinggi atau mulai merombak skuad dengan pemain muda potensial. Sementara itu, negosiasi dengan Bologna dan pemantauan terhadap Muharemovic menunjukkan bahwa Carnevali tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan yang bisa merugikan klub dalam jangka panjang.



