Agus Fatoni Pimpin IKAPTK 2026-2031, Organisasi Alumni Pamong Praja Siap Solid
Baca dalam 60 detik
- Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum IKAPTK periode 2026-2031 dalam Konaslub di IPDN Jatinangor.
- Fatoni, yang pernah menjabat Pj Gubernur di empat provinsi, merupakan penggagas dan mantan Ketua IKAPTK 2010-2015, memperkuat legitimasi kepemimpinannya.
- IKAPTK yang mewadahi 45.592 alumni pamong praja diharapkan semakin solid dan berkontribusi dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, resmi memimpin Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) untuk lima tahun ke depan. Ia terpilih secara aklamasi dalam Kongres Nasional Luar Biasa (Konaslub) yang digelar di Gedung Balairung Jenderal Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Sabtu (27/6).
Pemilihan ini menandai babak baru bagi organisasi yang menaungi alumni dari berbagai institusi pendidikan kepamongprajaan, mulai dari KDC, APDN, IIP, STPDN, hingga IPDN. Dengan total anggota mencapai 45.592 orang yang tersebar di instansi pusat dan daerah, IKAPTK memiliki peran strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan di Indonesia.
Fatoni bukanlah wajah baru di organisasi ini. Ia termasuk salah satu penggagas dan pendiri IKAPTK, serta pernah menjabat sebagai Ketua Umum periode 2010-2015 dan Ketua Harian Dewan Pengurus Nasional (DPN) periode 2017-2021. Pengalamannya yang luas di birokrasi, termasuk pernah menjadi Penjabat Gubernur di Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Papua, menjadi modal penting untuk memimpin organisasi ini.
Dalam sambutannya, Fatoni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kongres. Ia menegaskan bahwa dukungan luas dari berbagai elemen pemerintahan—mulai dari Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri, Sekretaris Jenderal, hingga para gubernur, bupati, dan wali kota—menunjukkan bahwa IKAPTK mampu menjadi organisasi yang diterima dan dipercaya. "Ini bukti bahwa kita bisa diterima semuanya. Ini kebanggaan kita," ujarnya dalam keterangan tertulis Kemendagri.
Konaslub ini tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk memperkuat soliditas organisasi dan menyusun arah kebijakan ke depan. Dengan latar belakang Fatoni yang pernah menjabat sebagai Pelaksana Harian Sekretaris Jenderal Kemendagri, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, serta berbagai posisi strategis lainnya, diharapkan IKAPTK dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah dan reformasi birokrasi.
Ke depan, tantangan utama yang dihadapi Fatoni adalah bagaimana mengoptimalkan peran alumni pamong praja dalam menghadapi dinamika pemerintahan daerah, termasuk isu desentralisasi fiskal dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Pertanyaannya, apakah kepemimpinan Fatoni mampu membawa IKAPTK menjadi katalisator perubahan yang lebih efektif di tengah kompleksitas birokrasi Indonesia?



