Survei Litbang Kompas 2026: Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen
Baca dalam 60 detik
- Hasil survei Litbang Kompas 2026 mencatat kepercayaan masyarakat terhadap Polri mencapai 82,4 persen, naik signifikan dari tahun sebelumnya.
- Guru Besar STIK-PTIK menilai peningkatan ini sebagai pengakuan atas kinerja Polri, namun mengingatkan agar institusi tidak cepat puas.
- Angka kepuasan publik dan citra positif Polri juga ikut naik, menjadi modal untuk perbaikan pelayanan ke depan.

Kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan Survei Litbang Kompas 2026, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tercatat sebesar 82,4 persen, naik 6,2 poin dari posisi 76,2 persen pada tahun sebelumnya.
Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)-PTIK, Prof. Dr. Drs. Albertus Wahyurudhanto, M.Si., menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, angka itu mencerminkan bahwa masyarakat mulai melihat Polri menjalankan perannya sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, dan penegak hukum secara lebih baik.
"Hasil survei ini menunjukkan adanya pengakuan publik terhadap kinerja Polri. Namun, ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan cambuk untuk terus berbenah," ujar Albertus di Jakarta, Senin (29/6).
Albertus mencatat bahwa selain kepercayaan, dua indikator lain juga menunjukkan perbaikan. Kepuasan publik terhadap Polri naik dari 65,1 persen menjadi 67,6 persen, sementara citra positif Polri melonjak dari 64,4 persen menjadi 71,5 persen. Lonjakan citra positif hampir 7 poin dinilai sebagai sinyal kuat bahwa persepsi masyarakat terhadap institusi kepolisian sedang membaik.
Meski demikian, Albertus mengingatkan bahwa angka-angka ini tidak boleh membuat Polri berpuas diri. Ia menekankan bahwa survei harus dimaknai sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. "Masyarakat melecut Polri agar semakin hari mampu menunjukkan data dan fakta bahwa niat memberikan pelayanan terbaik benar-benar terimplementasi melalui hasil kinerja yang baik," tegasnya.
Kenaikan kepercayaan publik ini terjadi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Polri, mulai dari isu reformasi internal hingga tuntutan transparansi. Albertus berharap Polri mampu mempertahankan tren positif ini melalui kinerja yang profesional, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik akan semakin memperkuat jati diri Polri sebagai institusi yang dipercaya masyarakat.
Bagi publik Indonesia, hasil survei ini menjadi indikator penting bahwa upaya perbaikan internal Polri mulai membuahkan hasil. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah Polri mampu menjaga momentum ini di tengah dinamika politik dan keamanan yang terus berubah. Ke depan, publik akan terus mengawal agar kepercayaan yang diberikan tidak disia-siakan.



