Piala Dunia 2026: Generasi Muda Menggeser Dominasi Messi dan Ronaldo
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 85 pemain berusia 21 tahun ke bawah tampil di Piala Dunia 2026, dengan beberapa di antaranya mencetak rekor baru.
- Bintang muda seperti Lamine Yamal, Ayyoub Bouaddi, dan Kerim Alajbegovic menunjukkan performa gemilang di fase grup.
- Fenomena ini menandai pergeseran generasi di sepak bola global, membuka peluang bagi talenta muda dari berbagai negara.

Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang sudah uzur, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bagi generasi baru yang tampil tanpa beban. Dari 85 pemain berusia 21 tahun ke bawah yang berlaga di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, sejumlah nama mencuri perhatian dengan torehan rekor dan permainan impresif.
Di antara mereka, Gilberto Mora dari Meksiko menjadi pemain termuda yang mewakili negara tuan rumah di Piala Dunia (17 tahun 240 hari) saat masuk sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan pada laga pembuka. Sementara itu, Ibrahim Mbaye dari Senegal (18 tahun 143 hari) menjadi pencetak gol termuda keempat dalam sejarah turnamen saat mencetak gol hiburan melawan Prancis. Lamine Yamal (18 tahun 343 hari) juga tak ketinggalan dengan gol pembuka Spanyol ke gawang Arab Saudi.
Ayyoub Bouaddi, gelandang Lille asal Maroko, menjadi sorotan setelah mencatatkan 66 operan dalam debutnya melawan Brasil. Mantan kapten Inggris Alan Shearer memuji ketenangannya dalam menguasai bola dan kemampuannya mengatur permainan. Bouaddi juga menjadi pemain pertama di bawah 18 tahun yang mencatatkan dua pertandingan dengan lebih dari 50 operan sejak 1966.
Yan Diomande dari Pantai Gading juga menjadi bintang dengan kemampuan dribelnya. Pemain RB Leipzig ini menciptakan lima peluang dalam kemenangan 1-0 atas Ekuador dan dua umpan kunci saat kalah 2-1 dari Jerman. Mantan pelatih Tottenham Thomas Frank menyebut Diomande sebagai pembicaraan hangat di kota. Berkat kontribusinya, Pantai Gading lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya setelah tiga edisi sebelumnya gagal.
Johan Manzambi dari Swiss mencatatkan rekor sebagai pemain termuda yang mencetak dua gol atau lebih sebagai pemain pengganti dalam satu pertandingan Piala Dunia. Tiga dari tujuh gol Swiss di fase grup berasal dari Manzambi, yang juga menjadi salah satu dari tiga pemain U-21 dengan empat kontribusi gol atau lebih di Piala Dunia abad ini, setelah Kylian Mbappe (2018) dan Thomas Muller (2010).
Kerim Alajbegovic dari Bosnia-Herzegovina menjadi pemain termuda yang mencetak gol dari luar kotak penalti sejak 1966, melampaui rekor Mbappe. Gol spektakulernya ke gawang Qatar pada 24 Juni menjadi bukti kualitasnya. Dalam pertandingan itu, ia memenangi 10 duel, menyelesaikan enam dribel, dan menciptakan dua peluang. Bosnia melaju ke babak gugur dan akan berhadapan dengan tuan rumah Amerika Serikat.
Nestory Irankunda dari Australia, yang lahir di kamp pengungsi Tanzania, menjadi pencetak gol termuda bagi negaranya di Piala Dunia (20 tahun 125 hari) saat membuka kemenangan 2-0 atas Turki. Ia bergabung dengan jajaran pemain seperti Tim Cahill yang mencetak gol di debut Piala Dunia. Irankunda kini bermain untuk Watford setelah hengkang dari Bayern Munich untuk menit bermain reguler.
Fenomena ini menjadi angin segar bagi sepak bola global. Jika generasi emas ini terus berkembang, bukan tidak mungkin dominasi Messi dan Ronaldo akan segera berakhir. Pertanyaannya, mampukah mereka mempertahankan konsistensi di panggung terbesar?



