Leeds United Incar Kiper Muda Jepang Zion Suzuki, Alternatif Jangka Panjang di Bawah Mistar
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan tengah bernegosiasi dengan Parma untuk merekrut kiper Jepang Zion Suzuki, yang tampil gemilang di Piala Dunia 2026.
- Suzuki, 23 tahun, dinilai sebagai investasi jangka panjang yang lebih baik dibanding Julian Brandt yang berusia 30 tahun.
- Manchester United dan Aston Villa juga dikabarkan memantau situasi kiper berusia 23 tahun tersebut.

Leeds United dikabarkan tengah menjajaki perekrutan kiper timnas Jepang, Zion Suzuki, dari Parma sebagai bagian dari strategi peremajaan skuad. Langkah ini dinilai lebih visioner dibandingkan dengan mengejar gelandang Julian Brandt yang sudah memasuki usia 30 tahun.
Menurut jurnalis Italia Luca Cerchione, kedua klub saat ini sedang dalam tahap negosiasi untuk membawa Suzuki ke Elland Road pada bursa transfer musim panas ini. Meski demikian, belum ada angka pasti yang disebutkan terkait nilai transfer atau kesepakatan pribadi dengan pemain.
Suzuki, yang baru berusia 23 tahun, telah mencuri perhatian di Piala Dunia 2026 bersama Samurai Biru. Dalam tiga pertandingan, ia mencatatkan persentase penyelamatan mencapai 73% dan mampu mencegah 0,33 gol lebih banyak dari perkiraan berdasarkan kualitas tembakan yang dihadapi. Performa ini membuatnya dijuluki "kiper yang menarik" oleh pengamat sepak bola Ben Mattinson.
Keputusan Leeds untuk mengincar Suzuki tidak lepas dari kebutuhan akan keseimbangan usia di skuad. Sebelumnya, klub asal Yorkshire itu sudah hampir pasti mendatangkan Harry Wilson dari Fulham secara gratis, menyusul habisnya kontrak pemain asal Wales tersebut. Wilson, yang kini berusia 29 tahun, tampil impresif dengan 10 gol dan 7 assist di Premier League musim lalu. Namun, baik Wilson maupun Brandt—yang kontraknya di Borussia Dortmund akan habis pekan ini—sama-sama akan memasuki usia 30 tahun pada akhir musim depan.
Brandt, yang musim lalu mencetak 11 gol dan 4 assist di semua kompetisi, jelas bisa memberikan dampak instan. Akan tetapi, risiko penurunan performa seiring bertambahnya usia menjadi pertimbangan serius. Di sisi lain, Suzuki dinilai sebagai investasi jangka panjang yang lebih aman. Kiper kelahiran 2002 itu telah membuktikan diri di Serie A, salah satu liga terberat di Eropa, dan masih memiliki potensi berkembang yang besar.
Ketertarikan Leeds pada Suzuki juga diwarnai persaingan ketat. Manchester United dan Aston Villa dikabarkan turut memantau situasi kiper yang akan berhadapan dengan Brasil di babak 32 besar Piala Dunia. Jika Leeds ingin mengamankan jasanya, mereka harus bergerak cepat sebelum klub-klub Premier League lainnya melangkah lebih jauh.
Dari sisi taktik, Suzuki diproyeksikan menjadi suksesor jangka panjang Karl Darlow yang kini berusia 35 tahun. Dengan usia yang terpaut 12 tahun, Suzuki berpotensi menjadi penjaga gawang utama Leeds selama satu dekade ke depan—sebuah nilai lebih yang tidak dimiliki Brandt, yang mungkin hanya akan menjadi solusi jangka pendek.
Apakah Leeds akan berhasil mendatangkan Suzuki di tengah gempuran klub-klub besar Eropa? Ataukah mereka akan tetap fokus pada Brandt yang lebih siap tempur? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah kebijakan transfer klub musim panas ini.



