Pertemuan Pertama Prancis vs Swedia di Piala Dunia: 96 Tahun Penantian Berakhir
Baca dalam 60 detik
- Prancis dan Swedia akan bertemu di Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah 96 tahun, dalam babak 32 besar turnamen edisi ini.
- Keduanya nyaris bertemu di final 1958, tetapi Brasil yang diperkuat Pele menghalangi; sejak itu mereka selalu terhindar satu sama lain.
- Prancis difavoritkan berkat performa grup yang impresif, namun Swedia memiliki sejarah sebagai tim underdog yang kerap mengejutkan.

Setelah menunggu hampir satu abad, Prancis dan Swedia akhirnya akan berhadapan di panggung terbesar sepak bola dunia. Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia edisi ini menjadi momen bersejarah yang menandai pertemuan pertama kedua tim di turnamen tersebut sejak edisi perdana 1930.
Jejak panjang yang nyaris mempertemukan mereka terjadi pada semifinal Piala Dunia 1958. Saat itu, Prancis yang diperkuat Raymond Kopa dan Just Fontaine diunggulkan melawan Swedia tuan rumah di final. Namun, seorang Pele berusia 17 tahun mengubah segalanya dengan membawa Brasil menang 5-2 atas Les Bleus, sekaligus menunda pertemuan kedua raksasa Eropa itu hingga 68 tahun kemudian.
Sejak 1930, Prancis telah memainkan 76 laga Piala Dunia, sementara Swedia 54 pertandingan. Keduanya sama-sama pernah melahirkan generasi emas dan meninggalkan jejak di turnamen. Namun, entah bagaimana, mereka selalu berhasil saling menghindari, seolah terlibat permainan kucing-kucingan. Pada 1950, Swedia finis ketiga sementara Prancis batal berangkat ke Brasil. Di 1994, Swedia naik podium setelah mengalahkan Bulgaria 4-0, tim yang sebelumnya menyingkirkan Prancis di kualifikasi. Ketika Prancis mencapai final pada 1998, 2006, 2018, dan 2022, Swedia hadir di dua turnamen (2006 dan 2018) namun selalu berada di sisi undian yang berlawanan.
Meski demikian, kedua tim bukanlah asing. Mereka pernah berbagi cerita menarik: imbang 1-1 di EURO 1992, gol voli akrobatik Zlatan Ibrahimovic di EURO 2012, serta saling mengalahkan 2-1 di kandang masing-masing pada kualifikasi Piala Dunia 2018. Namun, kali ini peta kekuatan berbeda. Prancis datang dengan performa mengesankan: tiga kemenangan dan 10 gol di fase grup, menjadikan mereka salah satu favorit. Swedia, sebaliknya, lolos dengan jalan berliku sebagai peringkat ketiga terbaik, tanpa beban ekspektasi tinggi.
โSaya tidak melihat banyak tim yang mampu mengalahkan mereka,โ ujar Ibrahimovic tentang Prancis. โSatu-satunya peluang lawan adalah saat mereka lengah dan menurunkan tempo. Itulah satu-satunya momen ketika saya melihat lawan bisa masuk ke permainan. Mereka bermain di level lain.โ Di sisi lain, pelatih Prancis Didier Deschamps telah memperingatkan anak asuhnya agar tidak lengah. Swedia setidaknya memiliki Sebastian Larsson, anggota staf kepelatihan yang mencetak gol kemenangan di EURO 2012. โJika melihat sejarah, kami pernah mengalahkan tim-tim yang lebih tangguh,โ kata Larsson kepada Reuters. โMeskipun ini Prancis, ada alasan untuk percaya. Semoga para pemain merasakan hal yang sama.โ
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, duel ini menyajikan tontonan kelas dunia yang langka. Pertemuan pertama dua tradisi besar di Piala Dunia selalu menarik, apalagi dengan narasi underdog Swedia yang kerap merepotkan unggulan. Akankah Swedia kembali menulis kejutan, atau Prancis akan membuktikan status favorit mereka? Jawabannya akan terungkap di lapangan, membuktikan bahwa sepak bola jarang mengikuti skenario.



