Springboks Turunkan Libbok di Fly-Half, Uji Kedalaman Skuad Hadapi Inggris
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Rassie Erasmus memilih Manie Libbok sebagai fly-half utama menggantikan Sacha Feinberg-Mngomezulu yang cedera, mengesampingkan Handre Pollard yang menjadi andalan di dua final Piala Dunia.
- Empat perubahan dilakukan dari tim yang mengalahkan Irlandia November lalu, termasuk masuknya Grant Williams di scrum-half dan Kurt-Lee Arendse di sayap.
- Laga ini menjadi ujian bagi rotasi pemain Afrika Selatan menjelang pertandingan berat, sekaligus momentum bagi Cheslin Kolbe dan Damian Willemse yang merayakan caps ke-50.

Manie Libbok akan menjadi pengatur serangan utama Afrika Selatan saat menjamu Inggris akhir pekan ini, setelah pelatih Rassie Erasmus memilihnya sebagai fly-half menggantikan Sacha Feinberg-Mngomezulu yang cedera. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak karena mengesampingkan Handre Pollard, pahlawan kemenangan Piala Dunia 2019 dan 2023.
Dalam pengumuman skuad yang dirilis lebih dari lima hari sebelum kick-off, Erasmus melakukan empat perubahan dari tim yang mengalahkan Irlandia 24-13 pada November lalu. Grant Williams akan mengisi pos scrum-half, sementara Kurt-Lee Arendse kembali bermain di sayap. Di lini depan, Ox Nche menjadi loosehead prop, berduet dengan Malcolm Marx dan Thomas du Toit yang akan segera bergabung dengan Sharks setelah meninggalkan Bath.
Keputusan menurunkan Libbok menunjukkan kepercayaan Erasmus terhadap kedalaman skuad. Libbok, yang telah mengoleksi 145 poin dalam 28 caps, dinilai memiliki kecepatan dan kreativitas yang dibutuhkan untuk membongkar pertahanan Inggris. "Inggris adalah tim berkualitas, kami berharap mereka akan memberikan segalanya. Penting untuk memilih skuad yang menggabungkan pengalaman dengan pemain muda yang telah membuktikan diri," ujar Erasmus.
Formasi yang diturunkan tetap mengandalkan barisan belakang yang solid. Eben Etzebeth, Siya Kolisi, dan Pieter-Steph du Toit menjadi tulang punggung paket depan yang berpengalaman. Sementara itu, Erasmus memilih bangku cadangan yang lebih konvensional dengan lima pemain spesialis forward, berbeda dengan eksperimen tujuh forward yang pernah dilakukannya. Mantan centre Harlequins, Andre Esterhuizen, tetap disiapkan sebagai flanker cadangan.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik untuk melihat bagaimana Afrika Selatan mempersiapkan diri menghadapi tim kuat Eropa. Dengan rotasi pemain yang berani, Erasmus seolah ingin menguji sejauh mana kedalaman skuadnya sebelum menghadapi pertandingan-pertandingan krusial lainnya. Inggris, yang diprediksi akan menurunkan tim terbaiknya, dipastikan akan memberikan perlawanan sengit.
Pertanyaan besarnya, apakah keputusan memilih Libbok di atas Pollard akan membuahkan hasil? Atau justru menjadi bumerang bagi juara bertahan Piala Dunia? Jawabannya akan terlihat di lapangan akhir pekan ini.



