Capello Sebut Lautaro Martinez Robin-nya Messi: Kontribusi Tanpa Pamrih di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Fabio Capello menilai Lautaro Martinez lebih berperan sebagai pendukung setia Lionel Messi di lini depan Argentina, seperti Robin bagi Batman.
- Argentina berpotensi bertemu Prancis di fase gugur Piala Dunia 2026, dengan Prancis diunggulkan berkat kedalaman serangan luar biasa.
- Messi yang berusia 39 tahun masih menjadi bintang dengan enam gol di fase grup, menunjukkan kelas abadi yang melampaui usia.

Fabio Capello, legenda pelatih Italia, memberikan pandangan tajam mengenai dinamika lini depan Argentina di Piala Dunia 2026. Menurutnya, Lautaro Martinez, kapten Inter Milan, telah menjelma menjadi pendamping ideal Lionel Messiโlebih sebagai Robin daripada Batman, berbeda dengan perannya di klub Italia yang biasa menjadi ujung tombak utama.
Capello, dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, menyoroti kemampuan Lautaro beradaptasi dengan peran pendukung demi memaksimalkan kejeniusan Messi. "Dia berlari dan menekan untuk Leo juga," ujar Capello. Pengorbanan ini, menurut Capello, menjadi alasan pelatih Lionel Scaloni lebih memilih Lautaro ketimbang Julian Alvarez, meski Alvarez juga pemain top yang diburu klub-klub Eropa.
Capello juga membandingkan kekuatan serangan Prancis dengan Brasil era Pele. "Mbappe dan kawan-kawan seperti Brasil-nya Pele," katanya. Meski demikian, ia tetap mengakui kehebatan Messi yang berusia 39 tahun. "Leo adalah genius yang berjalan. Dia tidak banyak berlari, tapi selalu berada di tempat yang tepat. Kelasnya begitu besar sehingga menutupi usianya," puji Capello.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, analisis Capello memberikan perspektif menarik tentang bagaimana pemain top dunia beradaptasi dalam tim nasional. Lautaro, yang biasa menjadi andalan di Inter, rela mengubah peran demi kesuksesan tim. Ini menjadi pelajaran tentang pentingnya fleksibilitas taktis dan kerja sama tim, nilai yang juga relevan dalam pengembangan sepak bola nasional.
Dengan fase gugur yang akan segera dimulai, Argentina dan Prancis berada di sisi berlawanan dari bagan, membuka peluang pertemuan ulang final 2022. Capello menilai Prancis sebagai favorit, namun kehadiran Messi yang sedang dalam performa terbaik bisa menjadi pembeda. Pertanyaannya, akankah Lautaro terus menjadi Robin yang setia hingga Argentina mempertahankan gelar?



