Belgium Bangkit dari Kubangan: Comeback Dramatis Lawan Senegal Buka Peluang ke Babak 16 Besar
Baca dalam 60 detik
- Belgia menang 3-2 atas Senegal setelah tertinggal 0-2 hingga menit ke-83, berkat gol Romelu Lukaku dan penalti Youri Tielemans di perpanjangan waktu.
- Pelatih Rudi Garcia menyebut kemenangan ini sebagai 'remontada' yang bisa memperkuat mental tim, meski skuad saat ini tidak sedalam generasi emas sebelumnya.
- Kemenangan ini membawa Belgia ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, dengan potensi menghadapi lawan berat seperti Brasil atau Portugal.

Belgia nyaris tersingkir lebih awal di Piala Dunia 2026 setelah tampil inferior melawan Senegal sepanjang babak pertama, namun kebangkitan dramatis di menit-menit akhir memastikan tiket ke babak 16 besar. Tertinggal 0-2 hingga menit ke-83, gol Romelu Lukaku dan Youri Tielemans memaksa perpanjangan waktu, sebelum Tielemans menuntaskan penalti pada menit ke-125. Kemenangan 3-2 ini disebut pelatih Rudi Garcia sebagai 'remontada'โistilah yang merujuk pada comeback legendaris Barcelona melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions 2017.
Garcia mengakui timnya tampil di bawah standar untuk sebagian besar laga. Senegal mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang berbahaya, membuat Belgia tertekan. Namun, jeda hidrasi di babak kedua menjadi titik balik. "Saya bilang ke pemain: kita harus cetak gol ketiga, setelah itu semuanya mungkin," ujar Garcia dalam konferensi pers usai pertandingan di Seattle. "Kami melakukannya, dan permainan terbuka lagi."
Kemenangan ini menjadi pelepas dahaga bagi Belgia yang selama bertahun-tahun dijuluki 'generasi emas' namun gagal meraih trofi. Meski beberapa pilar seperti Lukaku, Kevin De Bruyne, dan Thibaut Courtois masih tersisa, Garcia menilai kedalaman skuad saat ini tidak sekuat era sebelumnya. "Saya datang 18 bulan lalu karena percaya tim ini punya kualitas. Bukan yang terbaik sepanjang masa, tapi malam ini kami menulis sejarah," tegasnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menyajikan drama yang langka di turnamen besar. Mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan Belgia bisa menjadi pelajaran berharga bagi timnas Indonesia yang kerap mengalami tekanan di laga krusial. Selain itu, performa Senegal yang mendominasi 80 menit pertama menunjukkan bahwa sepak bola Afrika semakin kompetitif, sejalan dengan meningkatnya kualitas liga domestik dan diaspora pemain di Eropa.
Garcia menekankan bahwa kemenangan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih berat. "Kami tidak memenangkan apa pun, hanya lolos ke babak 16 besar. Kami akan lihat lawan selanjutnyaโtidak peduli siapa, kami akan menikmati kemenangan ini dulu," katanya. Belgia kemungkinan akan menghadapi Brasil atau Portugal di babak selanjutnya, dua tim yang diunggulkan juara.
Pertanyaan besarnya: mampukah Belgia mempertahankan momentum setelah kehabisan banyak energi di laga ini? Atau justru kebangkitan dramatis ini menjadi batu loncatan untuk melangkah lebih jauh, seperti yang diharapkan Garcia? Babak 16 besar akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ketahanan fisik dan mental tim 'Setan Merah'.



