Lima Peserta Meninggal, Latihan Militer Koperasi Merah Putih Tetap Berlanjut
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah memastikan latihan dasar militer bagi calon manajer Koperasi Merah Putih tetap berjalan meski lima peserta meninggal dunia.
- Korban meninggal akibat heat stroke, tuberkulosis, dan henti jantung, memicu evaluasi berkala dari pemerintah.
- Kementerian Pertahanan menekankan latihan bertujuan membentuk karakter disiplin dan profesional, bukan untuk menjadikan peserta sebagai prajurit.

Pemerintah memastikan program latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih tetap berjalan, meskipun lima peserta dilaporkan meninggal dunia selama proses pelatihan. Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menyatakan bahwa pelatihan harus terus berlangsung karena kebutuhan tenaga manajer yang mendesak, sambil tetap memperhatikan masukan dari berbagai pihak.
Lima peserta meninggal dengan penyebab yang bervariasi, mulai dari heat stroke, tuberkulosis, hingga henti jantung. Peristiwa ini memicu sorotan publik dan pertanyaan mengenai keselamatan peserta dalam program yang digagas pemerintah tersebut. Juri menegaskan bahwa pemerintah secara berkala mengevaluasi pelaksanaan latsarmil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) buka suara terkait insiden ini. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menjelaskan bahwa latsarmil dirancang untuk menanamkan jiwa disiplin tinggi dan ketangguhan bekerja di bawah tekanan. "Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat," ujarnya di Jakarta, Sabtu (27/6).
Ketut menambahkan bahwa para calon manajer diwajibkan memiliki keterampilan tersebut karena mereka akan mengelola perputaran uang rakyat melalui koperasi. Meskipun pelatihan bersifat semi-militer, ia menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk menjadikan pengelola koperasi sebagai prajurit. Terkait kematian peserta, Kemhan berkomitmen melakukan langkah pencegahan dengan memastikan materi pelatihan disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta.
Program Koperasi Merah Putih merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa dan nelayan. Namun, insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan infrastruktur dan prosedur keselamatan dalam pelatihan. Pemerintah diharapkan dapat menerapkan evaluasi yang komprehensif agar program serupa tidak lagi menimbulkan korban jiwa. Ke depan, transparansi dalam pelaksanaan dan penyesuaian kurikulum pelatihan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.



