Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Deretan Bintang, Kejutan, dan Laga Penuh Gengsi
Baca dalam 60 detik
- Fase grup Piala Dunia 2026 telah usai dengan 72 pertandingan, menyisakan 32 tim yang akan bertarung di babak knockout mulai akhir pekan ini.
- Sejumlah big match tersaji, termasuk duel Belanda vs Maroko, Norwegia vs Pantai Gading, serta potensi perpisahan megabintang seperti Messi, Ronaldo, dan Modric.
- Bagi Indonesia, turnamen ini menjadi ajang mengukur perkembangan sepak bola Asia dan peluang tim-tim non-unggulan menembus elite global.

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 dimulai akhir pekan ini, mempertemukan sederet nama besar, kuda hitam, dan kisah kejutan setelah fase grup yang berlangsung sengit. Sebanyak 72 pertandingan telah dilalui, menyisakan 32 tim yang akan memperebutkan tiket menuju final di New York New Jersey Stadium pada 19 Juli mendatang.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel dan kapten Harry Kane sebelumnya menyebut turnamen ini seperti dua ajang terpisah. Fase pertama telah usai dengan berbagai rekor, termasuk tujuh dari delapan peringkat ketiga terbaik yang harus mengumpulkan empat poin untuk lolos โ membuktikan bahwa prediksi superkomputer tidak selalu akurat. Kini, fase kedua dimulai dengan format gugur klasik yang sarat intrik.
Sejumlah laga menyita perhatian. Belanda yang diunggulkan sebagai kandidat juara akan berhadapan dengan Maroko, semifinalis edisi 2022 yang kini diperkuat gelandang muda berbakat Ayyoub Bouaddi (18 tahun). Di sisi lain, duel antara Norwegia dan Pantai Gading menyajikan pertarungan antara kekuatan ofensif Erling Haaland melawan pertahanan kokoh yang tidak kebobolan dalam 10 pertandingan kualifikasi.
Pertandingan lain yang patut disimak adalah Jepang melawan Brasil. Samurai Blue pernah mengalahkan Selecao 3-2 pada Oktober lalu dan kini berambisi membalas kekalahan 4-1 di fase grup 2006. Sementara itu, Lionel Messi yang telah mengoleksi enam gol akan berduel dengan kiper veteran Cape Verde, Vozinha (40 tahun), yang mencatat dua clean sheet dan menjadi pahlawan nasional.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, Piala Dunia 2026 memberikan gambaran tentang perkembangan sepak bola Asia. Jepang dan Maroko membuktikan bahwa tim dari luar Eropa dan Amerika Selatan mampu bersaing di level tertinggi. Keberhasilan mereka bisa menjadi inspirasi bagi Indonesia yang tengah membangun fondasi sepak bola nasional, terutama dalam hal pembinaan pemain muda dan strategi menghadapi tim-tim besar.
Laga-laga lain juga menyajikan subplot menarik. Prancis yang kaya akan talenta menyerang akan menghadapi Austria yang lolos dramatis di detik-detik akhir. Sementara itu, duel antara Luka Modric (40 tahun) dan Cristiano Ronaldo (41 tahun) bisa menjadi penampilan terakhir mereka di Piala Dunia. Keduanya diperkirakan akan pensiun dari turnamen global setelah edisi ini.
Pertandingan Meksiko di Stadion Azteca selalu menjadi tontonan spektakuler, apalagi kali ini bertepatan dengan jam tayang yang ramah bagi pemirsa di Indonesia. Sementara itu, laga Kolombia vs Ghana di Kansas City dijamin akan meriah dengan dukungan suporter fanatik kedua tim.
Babak 32 besar Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang pembuktian para bintang, tetapi juga panggung bagi tim-tim underdog untuk menulis sejarah. Akankah ada kejutan seperti Maroko empat tahun lalu? Atau justru raksasa Eropa dan Amerika Selatan kembali mendominasi? Jawabannya akan terungkap dalam dua pekan ke depan.



