Wakatakakage Targetkan Ozeki Usai Kembali ke Sekiwake di Turnamen Nagoya
Baca dalam 60 detik
- Pegulat sumo Wakatakakage kembali ke pangkat sekiwake setelah lima turnamen dan bertekad meraih promosi ke ozeki.
- Standar promosi ozeki membutuhkan 33 kemenangan dalam tiga turnamen beruntun di level sekiwake dan komusubi.
- Daiseizan menjadi pegulat kelahiran China pertama yang mencapai divisi makuuchi sejak Sokokurai pada 2010.

Pegulat sumo asal Jepang, Wakatakakage, kembali ke pangkat sekiwake pada Turnamen Grand Sumo Nagoya yang akan digelar di IG Arena, dan ia menegaskan ambisinya untuk membangun fondasi menuju promosi ozeki. Dalam konferensi pers di markas stabil Arashio di Nagoya, Senin (29/6), ia menyebut kesempatan seperti ini jarang datang dan ia bertekad untuk memanfaatkannya sebaik mungkin.
Wakatakakage, yang kini berusia 31 tahun, sukses merebut gelar juara pada turnamen sebelumnya di Mei dengan catatan 12-3 sebagai komusubi. Kemenangan itu membawanya kembali ke sekiwake untuk pertama kalinya dalam lima turnamen. Standar umum untuk naik ke ozeki adalah mengumpulkan 33 kemenangan dalam tiga turnamen beruntun di posisi sekiwake dan komusubi. Dengan hasil impresif di turnamen lalu, Nagoya menjadi ujian penting bagi Wakatakakage untuk mengamankan pijakan menuju promosi.
Pegulat yang dikenal dengan julukan "Waka" ini menunjukkan kepercayaan diri tinggi. Ia mengaku tidak terganggu dengan cuaca panas di tempat latihan, mengingat ia telah mencatat kemenangan dua digit dalam dua tahun terakhir di turnamen Nagoya. "Saya tidak masalah dengan panas di tempat latihan," ujarnya, menandakan kesiapannya menghadapi tantangan.
Sementara itu, dalam rilis peringkat terbaru, Yoshinofuji, mantan bintang universitas dari Nihon University, berhasil naik ke pangkat komusubi. Namun, sorotan juga tertuju pada Daiseizan, pegulat asal Mongolia Dalam yang kini berada di peringkat maegashira No. 16. Daiseizan menjadi pegulat kelahiran China pertama yang mencapai divisi elite makuuchi sejak Sokokurai pada 2010. Menariknya, Sokokurai kini menjadi pelatih di stabil Arashio, tempat Daiseizan berlatih. Daiseizan, yang nama aslinya Asihada, mewakili langkah maju bagi sumo di China.
Bagi penggemar sumo di Indonesia, perkembangan ini menunjukkan bagaimana sumo terus membuka diri terhadap talenta internasional. Meskipun belum ada pegulat Indonesia di divisi atas, keberhasilan Daiseizan bisa menjadi inspirasi bagi atlet Asia Tenggara yang bermimpi berkarier di sumo profesional. Selain itu, perjuangan Wakatakakage menuju ozeki juga menarik untuk diikuti, mengingat persaingan di puncak semakin ketat.
Turnamen Nagoya akan berlangsung selama 15 hari mulai pekan depan. Jika Wakatakakage mampu mempertahankan performa dan meraih setidaknya 10 kemenangan, ia akan semakin dekat dengan ambisi ozeki. Pertanyaannya, akankah ia mampu menjaga konsistensi di tengah tekanan dan cuaca ekstrem? Atau justru pegulat lain seperti Yoshinofuji atau Daiseizan yang akan mencuri perhatian?



