Piala Dunia 2026: Kroasia Cadangkan Gvardiol, Ghana Andalkan Sulemana
Baca dalam 60 detik
- Kroasia melakukan tiga perubahan susunan pemain, termasuk mencadangkan bek andalan Josko Gvardiol, untuk laga hidup mati melawan Ghana.
- Ghana yang sudah lolos ke babak berikutnya tetap melakukan rotasi dengan memasukkan Kamaldeen Sulemana dan Derrick Luckassen.
- Laga ini menjadi penentu nasib Kroasia yang wajib menang untuk memastikan tempat di fase gugur.

Kroasia mengambil risiko besar dengan mencadangkan Josko Gvardiol dalam laga penentuan Grup L Piala Dunia 2026 melawan Ghana, Sabtu (27/6) di Philadelphia. Pelatih Zlatko Dalic melakukan tiga perubahan di starting XI, sementara Ghana yang sudah memastikan tiket ke babak gugur juga merotasi tiga pemain termasuk mengistirahatkan Inaki Williams.
Bagi Kroasia, pertandingan ini adalah final mini. Kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga asa lolos ke fase knockout. Jika gagal, mereka harus bergantung pada hasil laga lain yang tak sepenuhnya bisa dikendalikan. Situasi ini kontras dengan Ghana yang sudah aman dan bisa bermain lebih lepas.
Keputusan Dalic mencoret Gvardiol—bek andalan Manchester City yang menjadi starter di dua laga sebelumnya—mengejutkan banyak pihak. Sebagai gantinya, Dalic memberikan kepercayaan kepada Marin Pongracic dan Josip Sutalo di lini belakang. Di lini depan, Ante Budimir dan Nikola Vlasic mendapat start perdana di turnamen ini, sementara Petar Sucic kembali masuk tim utama.
Di kubu Ghana, pelatih Carlos Queiroz melakukan rotasi dengan memasukkan Kamaldeen Sulemana di lini serang menggantikan Inaki Williams. Sulemana, yang sebelumnya menjadi pemain pelapis, diharapkan bisa memberikan energi baru. Sementara itu, Derrick Luckassen masuk di posisi bek untuk menggantikan Jerome Opoku. Meski sudah lolos, Queiroz menegaskan timnya tetap ingin memenangi pertandingan demi menjaga momentum.
Laga ini juga menjadi perhatian bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti perkembangan pemain diaspora. Beberapa pemain Ghana seperti Thomas Partey dan Jordan Ayew sudah dikenal luas, sementara Kroasia tetap mengandalkan Luka Modric sebagai motor permainan. Modric, yang kini berusia 40 tahun, masih menjadi andalan di lini tengah meski usianya tak lagi muda.
Di sisi lain, laga Inggris vs Panama di grup yang sama tak banyak berpengaruh pada persaingan. Inggris sudah memastikan tempat di babak 32 besar, sementara Panama sudah tersingkir. Namun, hasil pertandingan Kroasia vs Ghana akan menentukan apakah Kroasia bisa menyusul Inggris atau justru harus pulang lebih awal.
Pertanyaannya, akankah keputusan berani Dalic dengan mencadangkan Gvardiol membuahkan hasil? Atau justru menjadi bumerang yang mengakhiri perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2026?



