Dominasi Inggris di Piala Dunia T20 Wanita: Wyatt-Hodge Bawa Tim ke Semifinal
Baca dalam 60 detik
- Danni Wyatt-Hodge mencetak 89 tak terkalahkan, menjadi pencetak skor terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia T20 Wanita.
- Inggris mengalahkan Selandia Baru dengan sembilan wicket, memastikan tempat di semifinal tanpa terkalahkan.
- Kemenangan ini memperkuat momentum Inggris menuju gelar pertama sejak 2017, meski tantangan dari Australia atau India menanti.

Inggris melanjutkan laju tak terkalahkan mereka di Piala Dunia T20 Wanita dengan kemenangan telak sembilan wicket atas Selandia Baru di The Oval, Jumat malam. Kemenangan ini memastikan posisi puncak Grup 2 dan tiket semifinal, sekaligus mengeliminasi juara bertahan Selandia Baru dari turnamen.
Danni Wyatt-Hodge tampil gemilang dengan 89 run tidak terkalahkan dari 53 bola, menjadikannya pencetak skor terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Ia didukung Sophia Dunkley yang mencetak 49 run tidak terkalahkan, membangun kemitraan tak terputus sebesar 128 run. Inggris mengejar target 164 run dengan 16 bola tersisa, menunjukkan dominasi yang mengesankan.
Selandia Baru, yang tampil jauh dari performa terbaiknya, hanya mampu mencetak 163-6. Sophie Devine, dalam penampilan internasional terakhirnya, mencetak 30 run dari 14 bola dengan tiga six, tetapi Inggris tetap mengendalikan permainan. Tiga wicket dalam empat bola tanpa kebobolan run menjadi momen kunci yang membatasi lawan.
Bagi Selandia Baru, kekalahan ini menandai akhir era. Suzie Bates, Sophie Devine, dan Lea Tahuhu pensiun dari kriket internasional setelah turnamen ini. Ketiganya mendapat penghormatan dari pemain Inggris saat meninggalkan lapangan, disaksikan rekor penonton untuk pertandingan grup Piala Dunia T20 Wanita.
Inggris kini menunggu lawan semifinal yang akan ditentukan Minggu, kemungkinan India atau Afrika Selatan. Pertandingan akan digelar kembali di The Oval, tempat Inggris belum pernah kalah dalam 11 pertandingan. Jika menang, mereka akan melaju ke final di Lord's pada Minggu depan, berpeluang meraih gelar Piala Dunia pertama sejak 2017.
Meski berada di grup yang relatif lebih mudah, Inggris menunjukkan konsistensi luar biasa. Namun, tantangan sesungguhnya menanti di semifinal melawan tim-tim papan atas seperti Australia, India, atau Afrika Selatan. Kapten Nat Sciver-Brunt mungkin kembali memperkuat tim setelah pulih dari cedera betis, menambah kedalaman skuad.
Dengan performa Wyatt-Hodge yang sedang on fire, Inggris memiliki modal besar. Namun, sejarah menunjukkan mereka sering gagal di semifinalโlima kali sejak 2017. Pertanyaannya, akankah kali ini berbeda?



